Lorong Waktu dan Karunia

  • Whatsapp

Oleh: Leddy Avista Lestari, M.Pd.
(Penggiat Pendidikan, Sosial, dan Budaya di Aceh).

PUISI—

Read More



Kutelusuri lorong-lorong kehidupan,
Tanpa keluh menghadapi cobaan,
Kendati peluh mengalir basahi badan,
Ku takkan menyerah pada keadaan.

Terduduk lemah Ku terpasung,
Semua kenyataan kian mengurung,
Tatkala isak tangis tiada bisa Ku bendung,
Inilah diri ratapi dalam sepi merenung.

Teringat perbuatan yang tak bertabiat,
Rasa yang tertinggal merenungi aneka maksiat,
Kebaikan yang Ku yakini dirawat kenangan silam,
Masa lalu dalam bayangan yang terus tersulam.

Ku tahu setiap perbuatan akan berbuah balasan,
Itulah jalan hidup yang sudah digariskan,
Dalam doa sebagai hamba selalu Ku panjatkan,
Beribu ampunan sudilah Engkau berikan.

Lumuran dosa telah hamba ciptakan,
Ribuan kepalsuan sudah hamba torehkan,
Jutaan nikmat yang telah Kau berikan,
Kenyataan itulah yang hamba benarkan.

Ku sematkan tekad dalam hati,
Tiada menyimpang dari jalan Ilahi Rabbi,
Sekalipun keadaan membelit dan melilit diri,
Aku tetap berjuang walaupun berkorban seorang diri.

Dengan semangat dan penuh keyakinan,
Allah Swt sang pemberi segala kekuatan,
Terus berjuang menemukan aneka harapan,
Melewati segala corak kegundahan dan rintangan.

Dalam sujud harapanku kusandarkan,
Wahai engkau sang penguasa kehidupan,
Cahaya hidayahmu telah aku dapatkan,
Hingga airmataku melukai kerasnya keangkuhan.

Meskipun hidup penuh dera dan derita,
Kebajikan lahir berasal dari relung jiwa,
Tulus berbuat baik pada diri dan sesama,
Kini munajat doaku berbuah menjadi jutaan bahagia.



Related posts

Paris

Paris