Mengembalikan Kejayaan ISKADA

  • Whatsapp

Oleh: Muhammad Syarif*

OPINI—Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA) adalah ormas Islam yang dibentuk oleh tokoh dan ulama Aceh sebut saja Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba, Tgk.H. A.Rahman Kaoy, Prof. Ali Hasyimi serta beberapa tokoh lainnya pada tanggal 5 Februari 1973, telah banyak melahirkan tokoh pemimimpin Aceh, Da`i kondang, ulama, cendikiawan, akademisi, praktisi, politisi, birokrat serta berbagai profesi lainnya. Bermarkaz di Komplek Menara Selatan Masjid Raya Banda Aceh, Pojok tersebut dijadikan sebagai pusat gerakan dakwah ISKADA tempo dulu.

Read More



Kini ISKADA mencoba bangkit dari keterpurukannya. Sebagai Ormas Islam lokal yang dulunya sangat eksis serta diperhitungkan di Aceh, Ormas Islam ini mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Pasang surut perjalanan organisasi inipun dialami hampir seluruh Ormas Islam di Aceh. ISKADA pun mengalami nasib yang sama.

Kelembagaan ISKADA yang dulunya satu induk semang, akhirnya mengalami metamorposis, berjenjang sesuai keputusan Muktamar ke-4, 18 November 2017, kelembagaan ISKADA dibagi empat tingkatan yaitu Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kab/Kota, Dewan Pengurus Cabang dan Dewan Pengurus Komisariat (DPK).

Disamping itu juga ISKADA dapat membetuk Korwil di Luar Aceh atau Luar Negeri. Secara “statuta”. Tentunya pembentukan Korwil dalam rangka ekspansi dakwah di luar Aceh dan Luar Negeri.

Mimpi kita, ISKADA itu menjadi wadah perekat kebinekaan dan pemersatu umat. Kita tidak tahu apak diumur ke-47 Tahun ini, ISKADA akan bangkit? Semua tergantung kader dan jajaran pengurus yang diberi amanah di forum Muktamar ke-4.

Guna mengembalikan lagi kejayaannya kini dibawah kepemimpinan Khairul Laweung, butuh kesungguhan dalam mengembalikan kejayaan ISKADA. Saya yakin langkah-langkah kearah perubahan sudah mulai kelihatan. Pada Tahun 2019 ISKADA kembali bangkit. Dengan Jargon “ISKADA Reborn” .

Saatnya melangkah dengan pasti ungkap khairul laweung yang diamini Syarif Meukek dan Marwidin Mustafa selaku mantan Ketua DPP ISKADA.

Langkah awal pembentukan DPW ISKADA Banda Aceh dan DPW ISKADA Aceh Besar sebagai basis gerakan Dakwah dan penyokong utama DPP ISKADA kedepan.
Kemudian menjalin kemitraan dengan lembaga diantaranya LKM Mahirah Muamalah, Kementrian Agama, DPP ISAD Aceh, Aliansi Jurnalis Independen, Aceh TV, Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh guna mempercepat gerakan dakwah sekaligus membumikan kembali organisasi ini.

Setidaknya menjalin kemitraan dengan lembaga dan stakeholder lainnya telah berbuah manis. Sehingga pada Tahap awal telah ada tanda-tanda kemajuan. Kini ISKADA telah bangkit dengan keterlibatan dan aktif dalam berbagai event pemerintahan dan gerakan dakwah.

Terlibat Aktif dalam dialog kerukunan Intern Umat Beragama (Kemitraan dengan Kanwil Agama Aceh), Advokasi Ekonomi Syariah bagi masyarakat Kota Banda Aceh (Kemitraan dengan LKM Mahira Muamalah).
Pelatihan Public Speaking (Kemitraan dengan DPP ISAD), Pelatihan Videografi (Kemitraan dengan AJI), Pengiriman Peserta Tilawatil Qur`an di Bulan Ramadhan (Kemitaan dengan Aceh TV), terlibat aktif dalam berbagai kegiatan UPTD Masjid Raya Baiturahman Aceh (dulu namanya Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh). Bahkan beberapa program UPTD Masjid Raya Aceh banyak masukan dari DPP ISKADA.

Sebenarnya Tahun 2020 ada dua program yang diusulan ISKADA disahuti dalam Dokumen Anggaran UPTD MRB Aceh, saya pun terlibat beberapa kali pertemuan dengan PPTKnya, untuk melaksanakan teknis kegiatan. Sayangnya pendemi covid-19 membuat semua berubah.

Akan tetapi jajaran pengurus dengan segala keterbatasan telah berbuat mengembalikan kejayaan ISKADA. Terakhir membangun komunikasi dengan Mimi Hafidhah, Kader ISKADA yang kini menjadi guru di Sabang guna pembentukan DPW ISKADA Kota Sabang. Semua berproses.

Tahun 2020 DPP menginisiasi program menulis artikel yang nantinya akan menjadi buku, dakwah bilik 4.0 lewat chanel youtube ISKADA serta program Tahfidz online. Semoga ketiga program tersebut berjalan dengan baik. Kami yakin suatu saat nantinya ISKADA akan bangkit. Takbir. Wallahu a`lam bishawab.

*Penulis adalah Sekjend DPP ISKADA Aceh.

Related posts