Pentingnya Saling Menasehati Antar Sesama

  • Whatsapp

Oleh : M. Sanusi Madli

OPINI—-Waspadalah bila narasi kita mengundang fitnah, menciptakan konflik antar sesama serta mengundang prasangka buruk terhadap orang lain.

Nasehat adalah perintah agama, saling menasehati antar sesama, kalau diistilahkan sekarang adalah kritik, mengkritik itu adalah perintah agama, untuk saling mengoreksi agar ada perbaikan disetiap waktu.

Perbaikan menjadi penting agar kita tidak menjadi manusia yang rugi, indikator rugi adalah bila hari ini sama dengan yang kemaren, itu rugi, apalagi hari ini lebih buruk dari kemaren, yang seharusnya hari ini harus lebih baik dari kemaren, itulah indikator orang orang yang beruntung.

Kita semua manusia yang memiliki potensi untuk tergelincir, berpeluang melakukan kesalahan, karena itu diperlukan pengawasan dari manusia yang lain, agar segala potensi yang dapat merusak diri dan sekitar nya dapat dihindari, disinilah pentingnya peran setiap manusia untuk saling mengingatkan, agar keselamatan ummat manusia lainnya dapat terjaga.

Namun jangan lupa bahwa mengkritik juga memiliki etika, diantara etikanya adalah menggunakan bahasa yang santun dan jelas, agar sipenerima kritik tidak tersinggung serta mudah memahami apa yang kita maksud, akan lebih baik lagi bila kritikan di iringi dengan solusi untuk perbaikan.

Etika lainnya adalah mengkritik ditempat yang tertutup, atau memanggil yang bersangkutan lalu sampaikan masukan, bukan membuat pengumuman dimenasah yang dapat diketahui oleh orang banyak, yang belum tentu orang yang kita tuju dapat mendengar atau mengetahui secara pasti bahwa masukan yang disampaikan tersebut untuk dirinya, sehingga yang bersangkutan tidak merasa dikritik atau mengetahui dirinya sedang dikoreksi tapi tidak mendapatkan informasi secara utuh akibat berbagai sebab, sementara sebagian masyarakat sudah mengetahui, maka terjadi lah kehebohan, bahkan kegaduhan dimasyarakat, maksud nya baik, tapi caranya kurang tepat, sehingga berpeluang menimbulkan fitnah baru dikalangan masyarakat.

Dan yang lebih fatal lagi adalah bila kritikan kita berdasarkan asumsi pribadi tanpa klarifikasi, namun sudah tersampaikan ke masyarakat luas, sehingga dapat menimbulkan fitnah serta menciptakan konflik baru dimasyarakat atas narasi yang kita bangun atau pesan yang kita sampaikan, niat baik yang membawa petaka.

Dalam sebuah negara atau sebuah provinsi, atau daerah, ada unsur eksekutif dan unsur legislatif, salah satu fungsi dari legislatif adalah controling, mengontrol eksekutif agar dapat berjalan sebagaimana mestinya, atau sesuai dengan keinginan rakyat.
Anggota legislatif memiliki hak untuk mengingatkan, mengoreksi atas segala kebijakan dan keputusan dengan cara yang elegan dan terhormat.

Budaya kritik ini harus selalu dijaga agar terjadi keseimbangan, agar kita menjadi lebih baik, namun sekali lagi bukan kritik kosong atau rangkaian kata yang cenderung tidak jelas, atau terkesan asal bicara.

Agar kritikan itu berbobot dan tepat sasaran, maka para pengkritik atau para pengawas harus memiliki ilmu yang berkompeten, wawasan yang luas agar kritikan nya tidak salah atau bahkan bisa mencelakai orang yang dikritik, niatnya untuk menyelamatkan, yang terjadi malah sebaliknya.

Sebagai contoh, mengkritik sebuah kebijakan karena dianggap tidak pro terhadap rakyat, kemudian memberikan masukan, masukan yang diberikan bila dijalankan akan bertentangan dengan aturan atau undang undang yang berlaku, karena yang memberi masukan tidak paham undang undang, maka terjadilah kecelakaan.

Oleh karena itu, wawasan serta ilmu yang mumpuni sangatlah penting, agar kritikan dan masukan benar benar tepat sasaran dan benar benar sesuai dengan harapan.

Mari kita terus belajar dan luruskan niat, semoga kita menjadi insan yang terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Wallahu’alam…

Related posts