Guru Menyongsong Sukses

  • Whatsapp

Oleh : Juwita SPd*

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Menyongsong sukses bukanlah referensial melainkan reseptif, yang merupakan pengalaman bermuara ekspresi dari ilmu.Tidak ada satupun guru yang menghendaki dirinya menjadi figur yang sia-sia, sukses adalah dambaan. Menyongsong sukses erat kaitan dengan sumber-sumber inspirasi kreatif yang mencakup wilayah keagamaan, individual dan sosial, sukses adalah unggahan yang dikomunikasikan kepada dunia sekitar dengan azas manfaat.

Read More





Rasulullah saw bersabda:
“Di antara baiknya keislaman seseorang adalah yang selalu meninggalkan perbuatan yang tidak ada manfaatnya.” (HR. Tirmidzi)

Menyongsong sukses ditandai dengan mengisi hari-hari yang disibukkan dengan kegiatan dan aktifitas yang berguna bagi dirinya maupun orang lain dengan menebarkan manfaat, bijak kepada pribadi dan lingkungan, tumbuh dan berkembang dalam rutinitas yang diridhai Allah SWT, tidak sedikitpun waktu digunakan dalam kesia-siaan yang tiada berguna.

Mampu menunjukkan bahwa dirinya dapat menjadi contoh teladan bagi siswa dan lingkungan sehingga mereka dapat mengikuti jejaknya. Dengan begitu akan bertebaranlah kebaikan dari usahanya tersebut.

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa menunjukkan suatu kebaikan, dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim).

Lalu, apakah rahasia pendidik untuk menyongsong sukses ?

Pertama, niat Lillahi ta’ala. Apapun aktifitas kita untuk menggapai sukses yang diridhai Allah SWT awalilah dengan bismillah, karena dengan Bismillah akan ada keberkahan dan akan timbul keikhlasan dalam diri kita.

Kedua, guru yang belajar kontinyu. Walaupun sudah menjadi seorang guru , tidak berarti sudah cukup ada semua ilmu pada kita, karena ilmu itu peru terus digali dan diperdalam serta harus selalu update. Dalam menuntut ilmu harus kontinyu dan kompeherensif, tidak ada latar belakang yang membatasi, apakah tua atau muda, laki-perempuan, miskin-kaya, atasan-bawahan, dan sebagainya.

Pepatah mengatakan “tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai keliang lahat”, artinya manusia berkewajiban menuntut ilmu sampai akhir hayat, jangan merasa cukup dan puas dengan apa yang telah kita capai, cita-cita yang telah kita songsong dengan sukses harus kita aplikasikan secara kompeherensif baik dengan hablumminannas maupun dengan hablumminallah dilandasi aturan, tuntutan yang beretika, dan beradab.

Tidak akan tercapai hablumminannas apalagi hablumminallah apabila tidak ada kesadaran dan keyakinan kita untuk terus meng update ilmu.

Imam Syafi’I rahimahullah mengatakan:“Barang siapa yang menghendaki dunia, hendaknya dia berilmu, dan barang siapa yang menghendaki akhirat, hendaknya dia berilmu. Dan barang siapa yang menghendaki keduanya (dunia dan akhirat), maka hendaknya dia berilmu”. Jadi kunci menyongsong sukses adalah ilmu.

Ketiga, tanggung jawab. Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Menyongsong sukses harus dibarengi dengan sikap tanggung jawab yang merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab, tindakan sejalan dengan perkataan, dapat diandalkan, tidak manis di mulut, tidak menyalahkan orang lain atas kendala yang dihadapi, ataupun atas hasil akhir pekerjaannya serta tidak mencari-cari alasan.

Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Sukses hanya dapat diperoleh atau ditingkatkan melalui kesadaran bertanggung jawab yang dapat ditempuh melalui pendidikan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga para guru hebat sebagai pendidik dapat menyongsong sukses dengan terus memperbaiki pola perilaku yang positif serta mau belajar sepanjang hayat.

*Guru SDN 1 Indrapuri, Aceh Besar

Related posts