Guru Tidak BBM ( Buang Buang Masa)

  • Whatsapp

Oleh : Juwita SPd*
SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR–Secara harfiah pemanfaatan masa dengan pemakaian masa memang berbeda, hal ini secara instingtif pasti disadari atau dirasakan oleh manusia, bahkan oleh kaum tidak terpelajar sekalipun.

Pemahaman masa yang penulis analogikan disini adalah umur. Mencapai puncak konsentrasi masa diikuti oleh pematangan pengalaman dan perasaan-perasaan yang dikontemplasikan dalam batas waktu tertentu yang dipengaruhi oleh faktor kesadaran dalam diri, kesadaran dalam diri adalah kendali penciptaan, tanpa kendali dalam diri dorongan inspiratif positif tidak akan ada artinya.

Dorongan inspiratif tidak diiringi dengan disiplin, kejujuran, integritas, yang terlihat hanyalah munafik dan omong kosong di atas lidah.

Kadar masa telah digariskan Allah SWT kepada setiap individu berupa suatu yang tak terlihat, tetapi akan tersurat dari apa yang dihasilkan dan dilakukan oleh manusia. Kita menyadari dunia ini memang fana, dan dalam kefanaan itu dunia ini penuh dengan tipu daya dan kepalsuan. Berapa banyak manusia yang merenungi dan mau bertanya mengapa dunia ini penuh tipu daya dan kepalsuan, siapakah gerangan yang selalu suka menipu, suka memberdaya, suka memalsukan dunia ini ?

Sebenarnya bukan dunia yang menipu, bukan dunia yang memperdaya , akan tetapi manusialah yang sudah membuat peradaban masa dengan menorehkan tipu daya sendiri.

Bila diamati dengan bijak, contoh-contoh penuaian masa terdapat dalam dua wilayah penting dalam kehidupan manusia sebagai sumber pemamfaatan masa, pertama wilayah kehidupan individual, kedua kehidupan sosial.

Wilayah kehidupan individual adalah sumber penciptaan terkait dengan semangat hidup dalam mengarahkan kehidupannya kearah yang lebih baik dengan segala usaha dan mempergunakan masa yang efektif, atau sebaliknya individu akan menuai masa dengan sia-sia yang akan membuat keadaan tidak menjadi lebih baik, atau bahkan terpuruk dalam kehancuran dan kenistaan.

Sedangkan wilayah kehidupan sosial adalah tematik, artinya akan muncul pemeliharaan dan pembentukan jenis perilaku yang berhubungan antar individu dan masyarakat, dalam memperjuangkan kesejahteraan, keadilan, nasehat – menasehati, menyeru kepada kebaikan, baik dalam komunitas kecil bahkan suku bangsa dan negara. Implikasi dikehidupan nyata, dorongan sosial melahirkan beragam aktifitas, bidang sosial, politik, etika, agama, pendidikan dan sebagainya, yang akan menimbulkan gejolak dan berlaku hukum sebab akibat.

Akhirnya keagamaanlah yang bisa dijadikan sebagai filosofi agung, Dengan pemahaman dan mengimani agama secara utuh manusia akan mencari celah perbaikan, karena agama pengikat berbagai tingkatan sosial dalam pembinaan dan tatanan, penjaga pranata yang mengajarkan kebijakan, pendorong kebaikan, memberi makna kehidupan, sekaligus penunjuk arah dan jalan bagi kehidupan yang tak akan pernah buntu.

Sebagai pendidik adalah kewajiban untuk tidak membuang-buang masa, lalu bagaimana kriteria pendidik yang tidak buang-buang masa?

Seperti Firman Allah SWT dalam surat Al-‘Ashr yang artinya : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Allah telah bersumpah dengan Al ‘Ashr, yang dimaksud dengan masa adalah waktu atau umur. Karena umur merupakan nikmat besar yang diberikan kepada makhlukNya manusia. Umur yang digunakan untuk menghamba secara konpeherensif kepada Allah. Karena dengan pemamfaatan umur, manusia menjadi mulia di mata Allah.

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391