Ketum YGSP: 150 M Lebih Hanya Untuk Pakan, Kenapa Tidak Untuk Ini Saja . . . ???

  • Whatsapp

Banda Aceh – Banyaknya berita beredar mengenai besarnya pengeluaran APBA untuk pakan ternak lembu atau sapi di lingkungan Dinas Peternakan mencapai 150 M lebih selama 2 tahun membuat banyak tanda tanya dari para netizen.

Muliadi, S.Ud selaku Ketua Umum Yayasan Gebrakan Sahabat Peduli kepada media ini juga ikut angkat bicara menanggapi hal tersebut. “Saya ingin sekali menanyakan hal ini kepada pihak terkait kenapa Pemerintah Aceh tidak memberikan kerjaan rawat lembu atau sapi kepada masyarakat yang nganggur dari pada hanya dipusatkan di satu titik saja,” tanyanya.

Menurutnya, seharusnya masyarakat yang saat ini nganggur bisa dipekerjakan dan digaji sesuai kerjaan nya. “Jika kita kalikan gaji kasarnya perbulan 2.500.000,- maka pertahun hanya menghabiskan 30.000.000,- rupiah bagi pekerja nya,” jelasnya.

“Kita kalikan 1000 pekerja, maka hanya menghabiskan anggaran 30 Milyar pertahun,” tambahnya.

Kemudian untuk pakan nya sebulan untuk satu tempat katakan secara kasar 10 juta, maka setahun 120.000.000. Kalikan 1000 lokasi maka menghasilkan 120.000.000.000 (Seratus Dua Puluh Milyar Rupiah). Itu lembunya bukan satu. Bisa 2 sampai 4 lembu malah bisa diternakkan.

Menurutnya, setahun dana yang dikeluarkan hanya 150 Milyar bisa memenuhi keperluan 1000 pekerja dan 2 sampai 4 ribu lembu.

“Belum lagi, lembu ini bisa beranak pinak, maka bayangkan bisa menjadi lebih banyak,” ujarnya

Bayangkan, berapa banyak manfaat nya dari pada hanya fokus pada satu titik saja.

Ribuan pekerja tidak nganggur, dan hasil ternak bisa melimpah ruah dengan biaya yang hanya sedikit dari pada sedia pakan saja bisa milyaran pengeluaran. “Itu pemborosan yang sangat besar,” terangnya.

“Catatan penting, hitungan saya tadi sangat kasar ya. Tapi sekasar itu saja Insya Allah sangat besar manfaatnya dengan keperluan dana tidak sebesar yang diinformasikan untuk penyediaan pakan oleh Pemerintah Aceh,” tambahnya.

“Kita berharap Pemerintah Aceh bisa segera mengevaluasi hal ini supaya APBA benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terutama mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang ada di Aceh,” tutupnya. (Red).

Related posts