Puasa Ibadah yang Sangat Rahasia

  • Whatsapp

Oleh : Ahlul Fikri, S.Pd.I.,M.Pd*

OPINI—Puasa sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah dalam suatu agama atau kewajiban yang harus dilakukan manusia menurut kepercayaan.

Puasa tak hanya dilakukan oleh umat muslim, ibadah puasa dijalankan oleh beberapa agama yang ada di dunia.

Walaupun cara yang dilakukan berbeda, inti dari maksud dan tujuan puasa itu adalah pengekangan diri dari sebuah keinginan duniawi.

Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan Ash Shiyaam (الصيام) atau Ash Shaum (الصوم). Secara bahasa Ash Shiyam artinya adalah al imsaak (الإمساك) yaitu menahan diri. Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa.

Dalam agama Islam, puasa dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci Alquran. Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur.

Sahur adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa. Setelah memasuki waktu matahari terbenam, umat Islam dapat berbuka dalam sebuah iftar
Iftar mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama.

Keputusan untuk menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan diturunkan 18 bulan setelah Hijrah, yaitu pada bulan Sya’ban pada tahun kedua Hijrah pada tahun 624 Masehi. Puasa pada bulan Ramadhan merupakan pelaksanaan dari rukun Islam yang keempat dalam ajaran Islam.

Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadhan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan selama 1 bulan penuh rahmat.
Puasa Ramadan hukumnya merupakan fardhu (wajib) untuk Muslim dewasa. Puasa Ramadan dapat tidak dilakukan jika seseorang mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui atau menstruasi. Jika seseorang tak dapat berpuasa saat Ramadan, maka diharuskan untuk mengganti puasa tersebut pada hari-hari yang lain.

Puasa mengandung banyak keajaiban. Hal ini bukan hanya diakui oleh ulama-ulama Islam; tapi juga ilmuan-ilmuan Barat.

Berikut ini, akan dipaparkan sepuluh keajaiban syariat puasa.

Pertama, menurut Syeikh Ibnu Utsaimin dalam buku “Min Fataawaa al-Ulamaa fi al-Shiyaam wa al-Qiyaam wa Iid Syahr Ramadhan” (Musa Yunus, 1999: 23) puasa bisa membuat orang merasa sebagai satu entitas; mempererat jalinan hubungan antar individu masyarakat; dan bisa melatih jiwa untuk naik tingkat menuju kesempurnaannya.

Kedua, menurut Syeikh Bin Baz dalam “Majmuu’ Fataawa wa Maqalaat Mutanawwi’ah-al-Shiyaam” (Ibnu Baz, 1420:XV/39-41), puasa bisa mensucikan, melatih dan membersihkan jiwa dari akhlak tercela serta membiasakannya melakukan akhlak mulia. Di samping itu, puasa membuat orang mengakui akan kelemahan dan kekuarangannya di hadapan Allah sehingga melahirkan rasa syukur dan kepedulian sosial dengan membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan.

Ketiga, dalam buku “Kitaab al-Shiyaam” (1992: 9, 10) karya Abu Bakar Al-Faryabi, disebutkan bahwa puasa sebagai metode unik (satu-satunya) untuk menanamkan pada jiwa manusia akhlak mulia, menyulut gairah keislaman, membersihkannya diri dari berbagai macam kotoran, memutus rasa ragu, mendorong mukmin bersedekah dan berderma serta mendorong kerekatan hubungan antara si kaya dan si miskin.

Keempat, berdampak baik secara medis atau kesehatan. Alexis Carrel (dokter peraih nobel bidang kesehatan pada tahun 1912) pernah meneliti bahwa puasa memiliki efek dahsyat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Buah dari penelitiannya tersebut ditulis dalam sebuah buku berjudul: “Man the Unknow” (“The Miracle of Fast” [Amirulloh, 2014: X])

Keutamaan puasa Ramadan dituangkan pada hadis Rasul yang berbunyi:
Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Dengan begitu keutamaan puasa Ramadan dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Puasa adalah jalan meraih ketakwaan.

2) Puasa adalah sebab dosa-dosa diampuni, apabila dikerjakan berdasar iman, ikhlas serta meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

3) Pahala puasa melimpah ruah, apabila dilakukan sesuai dengan adab-adabnya.

4) Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi.

5) Ada dua kebahagiaan saat menjalankan puasa Ramadan. Kebahagiaan itu adalah ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah.

6) Doa orang yang berpuasa akan dikabulkan.

Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari berpuasa. Selain mengatur diri untuk tidak makan dan minum, berpuasa juga bisa melatih kita untuk sabar dan tenang. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang makna puasa yang sebenarnya:

1. Ibadah Istimewa kepada Allah SWT

Puasa adalah ibadah yang dilakukan kepada Allah SWT dengan niat. Niatkan puasa untuk Allah dan berikan kejelasan mengenai jenis puasa yang ingin kamu jalankan, apakah puasa wajib, sunnah, dan lain-lain.

2. Menahan Diri

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga menganjurkan kita untuk menjaga emosi. Amarah, nafsu, dan emosi yang berlebih dapat menyia-nyiakan kegiatan berpuasa. Oleh karena itu, waktu berpuasa dapat kita habiskan dengan perbanyak beribadah, membaca Al Quran, dan meminta atau memberikan maaf kepada orang lain.

3. Dilakukan oleh orang orang tertentu.

Ibadah puasa tidak dilakukan oleh semua orang. Hanya orang-orang dengan syarat tertentu yang melakukan puasa. Mereka adalah muslim, baligh, berakal, dan mampu. Sementara orang sakit, anak-anak yang belum baligh, ibu hamil dan menyusui, wanita yang sedang datang bulan, atau orang yang harus bepergian jauh tidak diharuskan untuk melakukan puasa wajib seperti puasa Ramadhan.

4. Memperbanyak Amalan.

Selain mendapatkan pahala tersendiri, ibadah puasa bisa menambah amalan-amalan lainnya. Selama menjalankan ibadah puasa, kita bisa menghabiskan waktu dengan ibadah-ibadah lainnya seperti yang telah disebutkan di atas. Sehingga, puasa kita akan lebih bermakna dan bermanfaat.

Seperti itulah makna puasa yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahui makna puasa, kita bisa lebih semangat untuk menjalankan ibadah tersebut, baik puasa sunnah maupun wajib. Mari lakukan ibadah puasa dengan penuh keberkahan dan amalan
Ramadhan memang ajaib. Keajaiban Ramadhan bisa kita lihat dari aktivitas-aktivitas umat islam yang berubah secara drastis. Misalnya dari segi pakaian. Orang yang dalam kesehariannya berpakaian ala kadarnya (tidak menutup aurat secara sempurna), tiba-tiba berubah menjadi seseorang yang terlihat alim dan shaleh. Pergi ke mesjid untuk shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Hal serupa juga bisa kita jumpai dalam hal tempat-tempat hiburan malam.

Tempat-tempat yang biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang “katanya mencari hiburan” ini ditutup sementara. Katanya sih untuk menghargai umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, tempat hiburan malam ini tidak ditutup secara total selama sebulan penuh. Ada sebagian tempat hiburan yang masih diperbolehkan beroperasi, hanya jam oprasionalnya saja yang dibatasi. keajaiban ramadhan lainnya bisa kita lihat dari tayangan-tayangan ditelevisi yang ikut berubah. Hampir semua tayangan berubah menjadi religius. Namun, sayangnya perubahan-perubahan tadi tidak terjadi secara permanen. Hal ini disebabkan karena tidak adanya iman yang tertancap kuat dalam hati setiap manusia. Sehingga perubahan yang terjadi tidak mengakar. Miris memang ketika perubahan-perubahan yang terjadi hanya ada dibulan ramadhan. Seharusnya kita sebagai umat islam setiap saat membuat perubahan kearah yang lebih baik lagi dan apa yang kita lakukan baik dalam hal perkataan maupun perbuatan hendaklah sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah swt dalam firman-firman-Nya yang tertulis dalam Al-Qur’an, serta apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. dalam hadits-haditsnya.

Sahabat rahimukumullah, sudah sepatutnya kita sebagai umat islam agar setiap urusan kita, dalam hal apapun hendaklah kita kembalikan kepada syari’at islam karena pada dasarnya hanya syari’at islamlah yang mampu memanusiakan manusia. Hanya syari’at Islamlah yang mampu mewujudkan Islam rahmatan lil’alamiin. Wallahu’alam bishshawab.

*Kepala SMAN 2 Lhoknga/Ketua Umum AGPAII Provinsi Aceh.

Related posts