Ramadan Bulan Literasi

  • Whatsapp

Oleh: Fakhruddin, S.Ag., MA*

RAMADAN DARING—Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan ramadan tahun ini. Banyak saudara kita yang tak sempat menjalankan ibadah puasa karena telah dipanggil kembali oleh-Nya. Kita juga patut bersukur karena masih bisa menjalankan ibadah puasa ramadan kali ini dengan penuh khidmat, meski dalam kondisi yang sangat tidak lazim, kondisi dimana dunia sedang dilanda wabah virus yang sangat mematikan, yaitu virus korona atau popular disebut covid-19.

Seluruh dunia dibikin repot oleh satu makhluk Tuhan ukuran nano meter, yang lahir atas kehendak Allah, meski dengan issu berbagai faktor pemicu kelahirannya. Banyak sekali korban tewas dalam hitungan hari akibat terkena virus itu, dan banyak sekali terjadi perubahan tatacara kehidupan social hanya untuk alasan menghindarinya.

Di tengah wabah itu kita umat Islam tetap menjalankan ibadah rutinitas dengan tetap menjaga aturan protokoler yang telah diatur pemerintah secara resmi, termasuk menjalankan ibadah puasa dengan segala hal yang menjadi paket ibadah rutinitas bulan Ramadan, seperti tarawih, tadarus, bahkan juga tradisi meugang di bumi endatu kita-Aceh lon sayang.

Bulan ramadan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam di seluruh dunia, karena demikianlah Baginda Rasulullah menganjurkannya. “Barang siapa yang gembira dengan kehadiran bulan Ramadhan, maka Allah akan haramkan tubuhnya dari jilatan api neraka di hari kiamat nanti”, demikian makna sebuah Hadis yang sering disampaikan oleh tengku kita di mimbar ceramah. baginda Rasul mengajak kita umatnya untuk menyambut Ramadhan dengan penuh khidmat dan hati gembira.

Gembira karena amat banyak hikmah dan kelebihan yang ada dalam bulan Ramadhan itu. Bukankah kita sering mendengar bahwa bulan Ramadan itu bagaikan bulan mega bonus dari Allah kepada kaum muslimin. Amalan sunat akan diganjar pahalanya bagaikan amalan wajib, sedekah yang kita beri akan dilipat gandakan pahalanya, demikian juga membaca Al Quran akan diberi pahala yang berlipat ganda dibanding bulan biasa.

Tidur saja orang yang sedang berpuasa dihitung ibadah, apalagi jaganya yang diisi dengan beramal salih.
Allah Swt menurunkan Al Quran pada bulan Ramadhan, tepatnya tanggal 17 Ramadhan.

Ayat pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat itu berisi perintah membaca atau belajar. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. Al-Alaq:96.1). Perintah membaca yang dalam bahasa Arab Qara’a atau Iqra’ dalam bentuk perintahnya.

Bila dilihat dalam kamus dapat ditemukan bermacam arti seperti menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan sebagainya.

Menurut Quraisy Syihab dalam bukunya Lentera hati, kita tidak menemukan penjelasan tentang objek tertentu dari perintah membaca itu, hal ini dapat disimpulkan bahwa objeknya bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata “baca” dengan semua makna yang termuat dalam kata “iqra” itu.

Dalam ayat berikutnya
Allah merangakai perintah “membaca” dengan kalimat “wa rabbuka al-akram” ( Tuhanmu Yang Maha Pemurah) dan kemurahan-Nya itu tidak terbatas. Itu maknanya Allah menjanjikan siapa saja yang membaca “demi karena Allah” maka ia akan memperoleh kemurahan anugerah-Nya berupa pengetahuan, pemahaman, dan wawasan. Perintah membaca mungkin merupakan perintah paling berharga yang diberikan kepada umat manusia. Membaca adalah syarat utama dalam membangun peradaban sebuah bangsa. Semakin tinggi kualitas membacanya, maka akan semakin tinggi peradaban yang dapat dibangun. Bisa dipastikan sebuah peradaban akan runtuh bila generasi bangsa malas membaca.

Perintah membaca dalam konteks Al Quran sangat sejalan dengan apa yang sedang digalakkan oleh pemerintah kita saat ini dalam dunia pendidikan, yaitu kegiatan literasi di setiap lembaga pendidikan.

Kegiatan literasi sudah didengungkan dari level nasional hingga ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Bahkan di Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejak masa kepemimpinan Dr. Silahuddin, M.Ag sangat menggalakkan kegiatan literasi ini, hebatnya lagi beliau membentuk sebuah wadah pegiat literasi di lingkungan dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar di bawah pengelolaan jajaran dinas yang dibantu oleh beberapa tenaga pendidik yang berbakat di bidang literasi dalam rangka mempercepat dan memperkuat gugus pelaksana kegiatan literasi di Aceh besar.

Kegiatan literasi dalam dunia pendidikan ini sangat sesuai dengan apa yang telah di diisyaratkan dalam Al Quran, yaitu perintah membaca. Terutama dalam bulan Ramadhan ini, dimana semua ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.

Menggalakkan kegiatan literasi bukan hanya mengikuti instruksi Dinas atau pemerintah, tetapi juga telah mengamalkan salah satu perintah Al Quran. Ayo kita galakkan membaca, ayo kita dukung program literasi. Kita siapkan bangsa ini menjadi bangsa yang berperdaban tinggi, melalui generasi bangsa yang sekarang masih menjadi tanggung jawab kita di sekolah.

Semoga akan lahir di setiap sekolah di Aceh Besar generasi literasi yang siap menyambung estafet kepemimpinan bangsa. Semoga.[]

*Penulis adalah Kepala SMPN Fauzul Kabir Kota Jantho.



Related posts

Paris

Paris