Sanusi Madli : Jadikan Momentum Ramadhan Untuk Bijak Dalam Interaksi Media Sosial

  • Whatsapp

Opini – Sejak beberapa tahun terakhir, kerap muncul kasus hukum berbasis media digital, baik berupa fitnah, ujaran kebencian, permusuhan, hoaks, intimidasi, pornografi serta berbagai tindakan pelanggaran hukum dan etika lainnya, Aktivis Lemkaspa Aceh, Sanusi Madli mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ramadhan ini sebagai sarana dalam mendidik diri agar lahir ucapan dan prilaku yang bijak dalam berinteraksi disosial media.

“Mari kita jadikan momentum ramadhan ini sebagai momentum mendidik diri, belajar mengendalikan diri terutama dalam berinteraksi disosial media, menghindari fitnah, berita hoaks, ghibah, namimah, dan hal lainnya yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan antar sesama serta mengganggu ketentraman masyarakat,” ujar Sanusi di Banda Aceh, Selasa (20/04/2021).

Read More





Sanusi melanjutkan, Dalam hukum islam, pemberitaan palsu (Hoaks) masuk dalam kategori berbohong, maka membuat maupun menyebarkan hoaks dapat menghilangkan pahala puasa karena bertentangan dengan tujuan berpuasa, yakni menjadi orang yang bertakwa, karena itu menjadi poin penting untuk terus berupaya menjaga diri agar puasa tidak sia sia.

“Pendapat jumhur ulama, berbohong tidak membatalkan puasa, tapi dapat menggugurkan pahalanya, tentu semua kita tidak menginginkan puasa sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah, Banyak orang berpuasa, namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja, oleh karena itu, momentum ramadhan ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mendidik diri kita agar menjadi manusia yang bijak dalam berinteraksi dimedia sosial,” lanjut Ketua Bidang Kominfo, Penyiaran, dan Dokumentasi Dewan Dakwah Aceh ini.

Melalui media sosial, interaksi dan penyebaran informasi sangat mudah dilakukan dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan ruang dan waktu, karena itu informasi yang disampaikan adalah hal penting untuk diperhatikan, jangan sampai menimbulkan keresahan dimasyarakat.

“Allah menyuruh kita untuk bertabayyun bila menerima satu informasi sebelum menyebarkannya, Rasulullah juga bersabda, cukuplah seseorang dianggap berdusta jika ia menceritakan semua yang ia dengar, ini artinya tidak semua yang kita dengar kita teruskan kepada yang lain, tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu,” ungkap Mantan Ketua DPM USK ini.

Mari bijak dalam berinteraksi dimedia sosial, tebarkan manfaat dan kebaikan kepada sesama, eratkan tali persaudaraan dan cinta kasih, serta tidak melahirkan kebencian dan permusuhan.

“Mari kita jadikan momentum ramadhan ini sebagai sarana mendidik diri serta berusaha untuk memperbaiki interaksi dimedia sosial, mudah mudahan kita semua menjadi insan yang bertaqwa, sebagaimana yang Allah inginkan dalam surat Al Baqarah 183, yakni menjadi pribadi Muslim yang bertakwa kepada Nya,” tutup sanusi

Related posts