Gerakan Literasi di SDN Cot Meuraja

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Perjalanan dari Indrapuri menuju ke SDN Cot Meuraja menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 20 menit.

Senin18 Februari 2019 tim I yaitu saya dan Lisa Fiyerni,S.Pd melakukan gerakan literasi menulis di SDN Cot Meuraja. Pukul 8.00 wib tim I sudah tiba di sekolah. Aktifitas di sekolah guru dan siswa sedang melakukan upacara bendera.Tim sejenak berdiri di luar pagar sekolah, karena upacara sedang berlangsung khidmat, dan tim hanya dapat melihat kegiatan rutin hari Senin di sekolah tersebut dari luar sekolah.

Read More





Upacara selesai siswa dan guru terlihat membubarkan diri, lalu kami masuk ke dalam halaman sekolah dan disambut hangat oleh guru serta saling bersalam-salaman.

Kami dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah, di ruang kepala Bapak Drs.Sudirman sebagai kepala sekolah menyambut kami dengan sangat ramah, dan selalu memberikan senyuman manis walaupun jelas terlihat usianya sudah memasuki usia senja, beliau mempersilahkan kami untuk mengisi buku tamu terlebih dahulu.

Beliau meminta kami untuk sedikit menjelaskan teknis pelaksanaan gerakan literasi karena beliau tidak dapat hadir pada saat forum diskusi yang diadakan di SDN Pagar Air beberapa waktu lalu. Penuh semangat tim menjelaskan dan sesekali kami saling bergurau.

Tim dibantu oleh beberapa guru mempersiapkan ruang dan perlengkapan kelancaran sosialisasi, sama seperti beberapa sekolah yang sudah tim 1 kunjungi, seperti SDN Samahani, SDN Simpang Tiga, sekolah SDN Cot Meuraja juga tidak memiliki ruang khusus pertemuan, jadi harus mengosongkan salah satu ruang kelas untuk acara gerakan literasi.

Amatan tim sekolah Cot Meuraja termasuk sekolah yang tidak ramah anak, halaman yang sempit, dan ruang kelas tidak mencukupi per rombel bahkan di sekolah Cot Meuraja ada jadwal masuk jam 11 pulang pukul 14.00 untuk siswa kelas II karena, harus menunggu giliran rombel pertama belajar terlebih dahulu.

Pukul 8.30 tim melaksanakan acara sosialisasi gerakan literasi, arahan pertama sekali dilakukan oleh Bapak Kepala sekolah Drs. Sudirman.

Dalam arahannya beliau menyampaikan terimakasih kepada tim yang sudah mau datang untuk melakukan perubahan dalam berliterasi, siswa-siswi dan guru di sekolah tersebut sedikit mengerti, namun untuk mendalamnya hingga terbit buku perlu sosialisasi lagi, beliau meminta kepada guru dan siswa untuk serius memperhatikannya dan bila tidak memahami silahkan bertanya kepada tim literasi.

Sesi inti diisi oleh bu Lisa Fiyerni,S.Pd, dan diberi penguatan oleh saya, tidak lupa untuk penyegaran tim mengajak siswa bershalawat serta bernyanyi lagu literasi bersama.

Pemaparan selesai siswa, guru, dan tim sepakat untuk menulis puisi, dan tim memberikan waktu untuk siswa-siswi berkarya selama satu jam.

Ternyata tidak sampai satu jam siswa-siswi sudah siap mengerjakan tugasnya, dan hasilnya sangat memuaskan, 90 % siswa-siswi di sekolah SDN Cot Meuraja pintar membuat puisi dengan kata yang sudah baku dan puisinya sangat bermakna

Disaat beberapa orang siswa lagi merampungkan tugasnya, tiba-tiba dibelakang tim sudah berdiri bapak koordinator Rusydi SAg saya agak terkejut, boleh dikatakan seperti penampakan memang, karena beliau sanggup lari kesana-kemari untuk mengkoordinir kegiatan, tidak salah beliau dijadikan sebagai koordinator program literasi.

Mengingat beliau harus pergi lagi ke sekolah yang lain, karena mulai Senin dan seterusnya sampai selesai jadwal kami dibagi menjadi tiga tim, dan gerakannya pun dalam satu hari tiga sekolah, kami terlebih dahulu photo bersama di halaman sekolah.

Selesai photo bersama kami masuk kedalam ruang kembali, bapak koordinator menyempatkan diri untuk memberi motivasi kepada siswa.

Beliau memperkenalkan diri terlebih dahulu, lalu menginspirasi siswa bahwa menulis itu mudah, tuliskan apa yang ada di sekitar, pengalaman mengikuti lomba, bersama orang tua, bersama guru.

Menulis membuat kita menjadi terkenal, selama ini kita hanya membaca karya orang mari kedepan kita buat karya sendiri, membaca karya sendiri, dan karya kita akan dibaca oleh semua orang yang ada di Aceh, Indonesia bahkan dunia.

Berkarya butuh kemauan dan kerja keras, bila tidak ada kemauan apapun tidak akan berhasil, begitu motivasi yang beliau sampaikan.

Tim melanjutkan menseleksi hasil karya siswa yang sangat diantara yang bagus, terpilih tiga karya siswa yaitu : “Ibu Pahlawanku” karya Annisa Febrian Trisna dari kelas V, “Guruku” Karya Buna Raihan kelas IV, dan “ Indah dunia karena sahabat “ karya Zafiratul Hanum kelas V.

Siswi yang puisinya terpilih diminta untuk maju kedepan membaca karya masing-masing, serta tim memberikan hadiah untuk siswa yang karyanya terpilih,serta karya mereka akan dimasukkan ke media online oleh bapak koordinator.

Akhir sesi penutupan tim menyampaikan bahwa akan memberi tenggang waktu dua bulan kepada sekolah untuk menyelesaikan pengetikan serta kajian karya siswa hingga menjadi sebuah buku yang siap dicetak berlabel ISBN.

Setelah lebaran tim akan turun kembali untuk mengevaluasi terhadap program literasi, di hari HARDIKDA Septemmber 2019 akan diumumkan sekolah pemenang literasi, serta akan diberikan penghargaan oleh pihak terkait, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar. Tim menutup kegiatan dengan meminta maaf bila ada kesilapan dan kesalahan dan meminta sekolah agar terus berkoordinasi denagn tim bila hal yang belum dipahami.

Demikian catatan memori gerakan literasi Senin 18 Februari bersama tim I Juwita,S.Pd dan Lisa Fiyerni, S.Pd. Salam literasi.

Penulis : Juwita SPd

Related posts