Literasi di SDN Lamreung Aceh Besar

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Pada Senin, 18 Februari 2019, literasi kali ini di SDN Lamreung, yaitu sekolah tempat saya bertugas sekarang.

Sekolah ini terletak di Jl. Lamreung, Desa Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya. Kecamatan ini terletak di dekat wilayah Ulee Kareng, Banda Aceh. Lamreung dikenal sebagai kampung halaman seorang pahlawan nasional Aceh, yaitu Teuku Nyak Arief yang juga dimakamkan di wilayah tersebut.

Sekolah ini terdiri dari 13 rombongan belajar, yaitu kelas Ia, Ib, IIa, IIb, IIIa, IIIb, IVa, IVb, Va, Vb, VIa, VIb,dan VIc.

Seperti biasanya hari senin dimulai dengan upacara bendera yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, operator sekolah, mahasiswa PPL, dan siswa SDN Lamreung. Setiap hari Senin upacara dilaksanakan secara bergantian oleh siswa kelas IV, V dan VI. Upacara hari ini dilaksanakan oleh siswa kelas VI sebagai pelaksana upacara bendera. Pasukan Paskibra terdiri dari 9 orang siswa, mereka dilatih setiap Hari Sabtu oleh guru penjaskes.

Setelah upacara selesai, Tim Literasi Sekolah menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan literasi yang dilaksanakan di Aula KKG SDN Lamreung. Kegiatan diikuti oleh 55 orang siswa dari kelas IV, V dan VI, juga didampingi oleh 3 orang guru dari Tim Literasi Sekolah.

Kegiatan ini dibuka oleh saya sendiri Sri Afriani, S.Pd selaku Tim III Literasi Aceh Besar, dengan membaca Asma’ul Husna, yang memang sudah menjadi kebiasaan siswa SDN Lamreung saat Lliterasi di dalam kelas setiap pagi. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional “ Tanah Airku ” ciptaan: Ibu Sud, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada siswa-siswa kami.

Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Sekolah SDN Lamreung Dra. Hj. Zuhratul Laila, beliau mengatakan bahwa “ Literasi sudah tidak asing lagi bagi siswa, karena memang sudah dilaksanakan di sekolah SPT seperti SDN Lamreung, namun literasi ini bukan hanya sekedar membaca tetapi juga bisa menghasilkan sebuah tulisan”.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca, tetapi literasi disini lebih ditekankan kepada menghasilkan karya tulis yang dapat dipublikasikan kepada orang lain.

Rusydi, S.Ag selaku Tim III Literasi Aceh Besar, juga sebagai koordinator Tim Literasi memaparkan “ Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S. Ar-Ra’d:11, yang artinya: “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.

Dari ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada nasib yang berubah dengan sendirinya tanpa usaha dari diri kita sendiri.

Beliau juga menambahkan “ Menulis itu mudah, misalnya dengan menulis tentang kegiatan yang kita ikuti sekarang ini.

Pelaksanaan Literasi di sekolah SPT, juga bisa menjadi satu topik cerita”, artinya sebagai penulis pemula kita bisa mulai menulis dari hal-hal yang sederhana, misalnya hal yang kita alami maupun kejadian yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan menulis berlangsung, siswa juga didampingi oleh tiga orang Tim Literasi Sekolah. Siswa menulis di luar ruangan KKG, ada yang di Mushalla, ada pila di ruangan terbuka karena kapasitas Aula KKG SDN Lamreung hanya mampu menampung maksimal 50 peserta, sehingga suasana ruangan begitu padat, apalagi ditambah dengan cuaca hari ini yang lebih panas dari biasanya, padahal ruangan sudah dilengkapi dengan satu buah AC dan tiga kipas angin tidak mampu mendinginkan ruangan. Supaya lebih konsentrasi, siswa meminta untuk menulis di tempat yang lebh luas supaya dapat mengeluarkan ide-idenya dengan lebih leluasa.

Guru terus melakukan pendampingan kepada siswa. Setelah selesai menulis, siswa kembali ke ruangan. Setelah selesai menulis, siswa kembali ke ruangan.

Beberapa siswa membacakan hasil karyanya, diantaranya “Ayahku Guruku” karya: Fahrul Walidin, kelas VIa, “Pergi ke Kuta Malaka” karya: Khairil Multazam, kelas VIa “Guruku” karya: Dahlia Husna, kelas VIa, “Gadis Yang Malang”, karya: Manna Wassalwa, kelas IVa,dan “Penyesalanku” karya: Rasita, kelas Va dengan penuh percaya diri. Siswa yang lain memberikan semangat kepada teman yang di depan.

Selesai presentasi, semua siswa mengumpulkan hasil karyanya pada guru Tim Literasi sekolah, selanjutnya akan dikaji oleh guru. Sedangkan bagi karya yang masih banyak kekurangan akan dibimbing kembali oleh Tim Literasi Sekolah agar layak untuk ditulis menjadi sebuah buku.

Kegiatan hari ini membuat guru dan siswa lebih mengetahui makna literasi yang sebenarnya. Bahwa literasi tidak hanya terfokus pada sekedar membaca, tetapi juga mampu menganalisis karya yang dibaca sehingga dapat menghasilkan tulisan baru, tulisan tersebut nantinya dapat menjadi bahan bacaan bagi orang lain sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi pembacanya.

Semoga dengan adanya kegiatan literasi ini dapat menambah kemampuan guru dan siswa dalam berliterasi, khususnya SDN Lamreung.

Penulis : Sri Afriani, S.Pd

Related posts