Bunda Paud Kabupaten Pidie Dikukuhkan

  • Whatsapp

SIGLI – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pidie resmi dikukuhkan. Pengukuhan itu dilakukan langsung oleh Dyah Erti Idawati selaku Bunda PAUD Aceh di Meuligoe Bupati, Kabupaten Pidie, Kamis (27/5/2021).

Dengan dilaksanakan pengukuhan itu, maka Magdalena secara resmi menjabat sebagai Bunda PAUD Kabupaten Pidie, menggantikan Almarhumah Syarifah, istri dari Bupati Pidie Roni Ahmad yang meninggal dunia 3 tahun silam.

Read More

Prosesi pengukuhan tersebut berlangsung secara khidmat dan menerapkan protokol kesehatan ketat, yaitu memakai masker dan menjaga jarak. Turut menyaksikan Bupati Pidie Roni Ahmad, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Safrida Yuliani, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Idmi, Kepala Dinas Pendidikan Pidie Ridwandi, dan jajaran Pojka Bunda PAUD Aceh.

Dyah berharap dengan dikukuhkannya Bunda PAUD Kabupaten Pidie terbaru, akan memberikan perubahan pada dunia pendidik anak usia dini ke arah yang lebih baik lagi.
Dengan begitu, proses pembangunan dan pengembangan PAUD dapat berjalan lancar serta mampu mendorong perbaikan, pembinaan, percepatan dan pengembangan PAUD di Pidie.

“Selamat, bekerja dan lakukan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga terkait seperti Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), dan Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI). Harapannya, bunda dan seluruh jajarannya dapat bertugas dengan baik untuk mengakselerasi peningkatan mutu PAUD di Pidie,” ujarnya

Sebagaimana diketahui, PAUD merupakan jenjang pendidikan pra sekolah dengan memberikan pembinaan awal bagi anak yang berusia nol hingga enam tahun. Program PAUD sendiri merupakan cara belajar yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, sehingga peserta didik memiliki kesiapan diri sebelum memasuki pendidikan formal.

PAUD, kata Dyah, memiliki peranan penting dalam membentuk karakter diri anak, sehingga perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosial anak-anak pada periode emas akan mengalami perkembangan dengan baik.

Oleh karena itu, pemerintah pusat memberikan perhatian besar pada peningkatan mutu PAUD secara berkelanjutan. Pemerintah Aceh juga memberi perhatian khusus kepada PAUD yang masuk dalam program unggulan “Aceh Hebat” dengan 15 program prioritas, setidaknya ada empat yang menyentuh PAUD, yaitu Aceh Troue, Aceh Teuga, Aceh Carong, dan Aceh Meuadab.

“Anak-anak Aceh Insya Allah akan Carong dan Meuadab apabila mereka Troue, sehingga Teuga menghadapi berbagai
tantangan sesuai perkembangan usianya. Tidak mungkin mereka berkembang dengan baik manakala pada usia dini mengalami gizi buruk dan sakit-sakitan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dyah juga mengingatkan kembali tentang penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan, agar dapat mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Ingat Covid-19 belum usai, jadi tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, “pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Pidie Roni Ahmad menyampaikan kepada Bunda PAUD yang baru dikukuhkan agar dapat bekerja dengan baik dan maksimal guna membimbing dan mendidik anak-anak sejak usia dini. Agar generasi Aceh khsususnya Pidie dapat berkembang dengan maksimal dan sesuai usianya.

“Pelantikan ini artinya kita diberikan sebuah tanggungjawab yang sangat berat, yaitu membangun karakter anak-anak kita agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat, ceria, cerdas, dan memiliki sosial tinggi,” katanya

Sebab, anak usia dini merupakan usia paling rentan dalam berbagai hal yang buruk. Maka itu, Abusyik berpesan agar Bunda PAUD Pidie dan di Kecamatan yang telah diberikan tanggungjawab besar ini agar dapat memaksimalkan kinerjanya, sehingga anak-anak sebagai aset penerus sebuah bangsa itu dapat memajukan daerah dan bangsanya. []

Related posts