HIPELMABDYA Sarankan Eks Lahan HGU PT CA Dijadikan Sawah Baru

  • Whatsapp

Blangpidie – Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Barat Daya (HIPELMABDYA) menyelenggarakan Diskusi Publik dengan mengusung tema “Reforma Agreria Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Aceh Barat Daya” (Minggu, 01/11/20).

Diskusi ini menghadirkan pemateri-pemateri yang selama ini konsen mengikuti dan mengawal persoalan Reforma Agraria diantaranya, adalah; Hendra Fadhli, SH (Wakik Ketua DPRK ABDYA); Harmansyah (Ketua DPC Pospera ABDYA); dan Afdhal Jihad MPd. (Mantan Aktivis).

Rizka Fauzi Anas dalam laporannya selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan diskusi ini merupakan hasil kajian dan diskusi mendalam di internal Hipelmabdya

Hafijal selaku Ketua Umum Hipelmabdya menyatakan Menyikapi isu-isu yang berkembang seputar persoalan pertanahan di Kabupaten Aceh Barat Daya yang mencuat akhir-akhir ini Hipelmabdya berinisiatif menuangkan dalam bentuk diskusi terbuka, tujuannya adalah mengajak semua elemen untuk terlibat dalam mengawasi kewajiban HGU dalam menjalankan kewajiban Plasma dan Kewajiban CSR , sehingga kedepannya tidak terjadi lagi konflik agraria antara perusahaan dan masyarakat,” jelas Hafijal didampingi Fauzi

Di samping itu kehadiran HGU harus berdampak positif untuk masyarakat dan daerah. Tidak hanya itu diskusi ini juga bertujuan mendukung wacana Reforma Agraria ataupun penataan ulang lahan HGU yang sudah berakhir izinnya, demi terwujudnya rasa keadilan sebagaimana yang dicita-citakan dalam agenda reforma agraria.

Hafijal menambahkan Hipelmabdya tentunya sangat mendukung wacana pembagian eks lahan HGU PT CA untuk Mesjid Agung, Ormas Keagamaan, Eks Kombatan, dan dibagikan kepada 152 Desa yang ada di Abdya yang nantinya akan dikelola oleh BUMG ataupun Baitul Mal desa adalah wacana yang sangat menarik dan patut didukung oleh semua pihak. Jika wacana itu benar-benar direalisasikan dengan baik tentunya harus ada aturan yang mengikat agar lahan yang dibagikan kelak benar-benar dikelola dengan baik dan tidak diperjual belikan sehingga tujuan untuk meningkatkan kemandirian para pihak yang menerima lahan benar-benar terwujud.

“Hipelmabdya juga berharap kepada semua pihak untuk terus mengontrol dengan melahirkan narasi-narasi dan wacana dengan solusi yang solutif dan progresif dalam kesempatan diskusi berikutnya. Masukan-masukan dan wacana yang telah terpublikasi sekarang ialah belom final, maka dengan hal itu masih perlu adanya masukan yang solutif, progresif dan visioner,” Imam Firnanda selaku moderator menguatkan dari kesimpulan para pemateri.

Ketua Umum Hipelmabdya menambahkan jika memungkinkan eks lahan HGU PT CA sebelum dibagikan kepada para pihak direncanakan sebagai penerima terlebih dahulu dijadikan sawah baru. Hal ini dikarenakan luas lahan sawah di Abdya dari hari-ke hari makin berkurang.

Related posts