Khalid Wardana Narasumber Bimtek Tuha Peut Aceh Singkil

  • Whatsapp

Aceh Besar – Badan Permusyawaratan Kampung (BP Kam) atau tuha peut gampong dari 6 Kecamatan di Aceh Singkil, jumat-minggu (28-30 mei 2021) di Hotel Grand Permata Hati Banda Aceh melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan tentang tupoksi dan tata cara penyusunan qanun desa.

Tampil sebagai salah satu narasumber H Khalid Wardana SAg MSi (Keuchik Tumbo Baro periode 2015 – 2021) dan mengikut sertakan anggota tim yang telah mengantarkan Gampong Tumbo Baro ke tingkat Nasional antara lain Drs Bustaman (tuha peut) dan Ikhsan SPd MPd (sekretaris gampong).

Read More

Dalam perencanaan sebelumnya sebanyak 65 tuha peut dari Aceh Singkil akan melakukan orientasi lapangan langsung ke Gampong Tumbo Baro Aceh Besar, akan tetapi karena kondisi wilayah Aceh Besar berada dalam zona merah pandemi covid-19 akhirnya para narasumber yang langsung hadir ke forum Bimtek BP Kam/tuha peut.

Para peserta sangat antusias mengikuti materi tentang tata kelola pemerintahan desa dan membangun kemitraan antara BP Kam dan aparatur desa.


H Khalid Wardana yang menyampaikan pengalaman dalam memimpin desa sehingga menjadi desa yang sukses mengajak para tuha peut/BP Kam untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sesuai dengan tupoksinya dan membangun komunikasi yang baik dengan kepala desa dan aparatur desa, tidak mengedepankan ego sektoral apalagi menunjukkan sifat superior sebagai legislatif.

Dengan sistem transparansi, akuntabilitas dan manajemen pengelolaan pemerintahan yang baik pasti akan terwujud harapan sesuai dengan keinginan masyarakat.

Di beberapa desa timbul konflik kepentingan antara keuchik dan tuha peut, hal ini di karenakan masing masing pihak tidak memahami peran dan tupoksinya dan roda pemerintahan berjalan dengan sistem tertutup mengabaikan transparansi dan akuntabilitas.

Dalam forum diskusi para BP Kam/tuha peut dari Aceh Singkil sangat antusias untuk mencurahkan permasalahan dan meminta pengalaman dan kiat kiat dalam sistem tata kelola pemerintahan sehingga menjadi desa yang sukses.

BP Kam mengeluhkan masih ada desa yang menganut sistem tata kelola pemerintahan yang tertutup bahkan mengabaikan aturan aturan yang berlaku.

Terhadap kondisi tersebut H Khalid Wardana mengajak para BP Kam untuk menggunakan kewenangan yang di miliki dan harus mampu memperbaiki sistem pemerintahan ke arah yang lebih baik sehingga tidak merugikan masyarakat, bangun kemitraan dan komunikasi dengan baik, jangan memendam permasalahan tetapi harus di perbaiki dan mencari solusi secara kolektif kolegial, ungkap Keuchik Teladan Aceh.

Acara diakhiri dengan penyerahan bungong jaroe video profil desa dari H Khalid Wardana kepada ketua BP Kam Aceh Singkil Supardi.

Related posts