Pengurus BWI Banda Aceh Resmi Dilantik

  • Whatsapp

Banda Aceh – Kepala Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Aceh, Tgk Dr Abdul Gani Isa melantik pengurus Perwakilan BWI Kota Banda Aceh masa bakti 2020-2023, di Banda Aceh, Selasa 22 September 2020.

Tgk Dr Abdul Gani Isa berharap pada pengurus baru supaya menggerakkan dan melakukan kerja sama dengan Kemenag, atau KUA, agar mudah dan cepat pendataan tanah wakaf.

Menurutnya, dahulu sangat sulit mendaftarkan tanah wakaf. Sebab masyarakat beranggapan bila telah terdaftar di lembaga pemerintah, tanah wakaf akan dimanfaatkan oleh pemerintah. Padahal tidak demikian, tujuannya agar memiliki kepastian hukum.

“Sekarang banyak kasus dan penyalahgunaan tanah wakaf, seperti digugat oleh ahli waris, maka perlu kepastian hukum,” jelasnya.

Pensiunan dosen UIN Ar-Raniry ini berharap pengurus baru melakukan perluasan objek wakaf, tidak terbatas pada tanah wakaf seperti kuburan dan lainnya.

Ia mengabarkan bahwa sekarang sudah ada wakaf uang, walaupun masih terjadi perbedaan pandangan.

“Saya kira bidang muamalah wajar-wajar saja. Sesuai kaidah umum muamalah; _asal pada ranah muamalah adalah boleh, selama tidak ada dalil yang melarang_ . Tetapi tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah,” sebut Tgk Abdul Gani Isa.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, Drs H Azhari menyatakan semua kita berkewajiban menyampaikan informasi pada masyarakat, tentang pentingnya sertifikat tanah wakaf.

“Cukup sedih ketika tanah wakaf diambil oleh ahli waris sebab tidak adanya sertifikat tanah wakaf,” ungkap Azhari.

Menurutnya, tanah wakaf untuk madrasah pernah diambil oleh waris, ini terjadi di Aceh. Namun ia belum pernah menemukan kasus tanah wakaf untuk masjid diambil alih oleh waris.

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Tgk Alizar Usman SAg MH mengucapkan selamat atas pelantikan WBI Banda Aceh.

Aminullah Usman berharap pengurus dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya. Harus mampu menjadikan BWI sebagai organisasi pembelajaran dan memberi manfaat bagi publik, dalam rangka pengembangan dakwah dan wakaf.

Ia meminta WBI dapat meluncurkan program bantuan usaha mikro, sebagai upaya mencegah pelaku UMKM terjerat utang riba dan rentenir.

Organisasi WBI Kota Banda Aceh periode 2020-2023 dimpimpin oleh Tgk H Tarmizi M Daud SAg MAg.

Related posts