Dr Mustanir : Sumbangan, Bantuan, dan Pungutan Beda Definisi

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten menggelar Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar bagi Komite dan Kepala Sekolah selama dua hari Rabu-Kamis 5-6 November 2018 di aula SMKN AL-Mubarkeya.

Acara tersebut dibuka oleh Kadisdikbud Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg mewakili Bupati Aceh Besar mengatakan sangat bagus kegiatan yang dilakukan oleh MPD, karena dapat memberi pemahaman kepada komite dan kepala sekolah mengenai pungutan liar semoga bisa terhindar dari tindakan yang melanggar hukum.

“Kepada para komite dan kepala sekolah agar benar-benar memahami apa-apa yang dibolehkan dan yang tidak dibolehkan agar tidak timbul gejolak dalam dalam satuan pendidikan,” katanya.

Sementara Ketua MPD, Prof Dr Mustanir MSc mengatakan Sumbangan, Bantuan dan Pungutan itu beda-beda definisi dan karakternya yang menyebabkan ia tidak boleh, sementara sumbangan itu boleh.

“Sumbangan dan Pungutan itu beda definisi dan karakternya yang menyebabkan tidak boleh, yang tidak boleh itu pungutan, kalau sumbangan sukarela itu boleh,” kata Dr Musantanir disela kegiatan sosialiasi Rabu (5/12).

Ia mengatakan berdasarkan permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah mengatur batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah.

Ia menjelaskan Bantuan itu berupa pemberian barang, uang atau jasa yang telah disepakati para pihak terkait. Pelakunya yaitu para pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/wali murid.

Sumbangan juga berupa pemberian dalam bentuk uang, barang atau jasa yang diberikan secara sukarela dan tidak mengikat satuan pendidikan. Pelakunya yaitu peserta didik, orang tua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga.

Sementara pungutan adalah penarikan dalam bentuk uang yang sifatnya wajib, mengikat serta dalam jumlah dan jangka waktu yang pemungutannya ditentukan, pelakunya yaitu sekolah.

Mustanir menambahkan, di tahun 2018 masih ditemukan kasus  ada guru yang berurusan dengan pihak berwajib, kita menengarai menduga karena ketidak tahuan mereka bahwa beda antara kutipan dengan sumbangan dan pungutan itu beda.

“Yang jelas beberapa kasus yang terjadi dikarenakan ketidaktahuan mereka, bukan sengaja mereka melakukan pemotongan akan tetapi karena ketidaktahuan mereka,” ujar Mustanir.

Pada kesempatan itu, Mustanir juga berharap untuk mendukung pelaksanaan pendidikan yang berkualitas, diperlukan dana dan fasilitas, tentu hal ini harus diikutsertakan masyarakat, supaya niat baik masyarakat untuk bekontribusi bidang pendidikan tidak menjadi ranah hukum.

Selain masyarakat Aceh sudah terbiasa dengan sumbangan, seperti halnya semua sekolah tanahnya itu dari sumbangan masyarakat atau wakaf, bahkan tanah itu lebih besar biaya dari bangunan itu sendiri, itu menunjukkan bahwa memang masyarakat kita sudah terbiasa dengan sumbangan atau wakaf.

Melalui sosialisasi ini, ia mencoba memfasilitasi kepada para kepala sekolah dan komite sekolah di Kabupaten Aceh Besar dengan tujuan agar tidak terjerat masalah hukum terkait sumbangan-sumbangan di sekolah  dengan pemateri dari kejaksaan, ombudsman dan juga dari kepolisian.[]

Related posts