FAMe Latih Guru  dan  Mahasiswa Menulis  Puisi

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | LHOKSEUMAWE—Forum Aceh Menulis (FAMe) Lhokseumawe, Sabtu (17/11/2018) lalu, mengadakan pelatihan menulis puisi kepada puluhan mahasiswa dan guru.

Tampil sebagai pelatih dalam kegiatan yang diadakan di aula mini SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe tersebut, adalah Mahdi Idris.

Read More





Mahdi Idris, dalam kesempatan itu memaparkan, menulis puisi tidak sama dengan menulis esai atau jenis tulisan yang lain.

Menulis puisi, tambah Mahdi Idris, menggunakan bahasa kias. Kata dan diksinya harus pilihan dan tampil beda.

Sebab, menulis puisi, katanya, ibarat mengukir di atas batu, bukan menulis di atas pasir.

“Puisi menggunakan bahasa yang konotatif, berbeda dengan bahasa karya di luar sastra,” tegas Mahdi Idris.

sastrawan Aceh yang berlatar belakang santri itu, saat memaparkan materinya, sangat mempesona. Sehingga, peserta pelatihan terpukau menyaksikan dan mendengarnya.

Mahdi Idris, terlihat sangat piawai menjelaskan proses menulis puisi. Ia sampaikan kiat-kiat dan cara menulis puisi itu dengan panjang lebar dan runtut.

Apalagi Mahdi Idris, menyelinginya dengan membaca beberapa puisi karya sastrawan nasional sebagai contoh puisi yang bagus.

Mahdi Idris di samping bergiat di bidang sastra, ia juga sosok pendakwah yang sering tampil menjadi khatib di masjid-masjid.

Dalam acara pelatihan yang diselenggarakan oleh FAMe Lhokseumawe itu, turut hadir Ayi Jufridar, sastrawan nasional asal Aceh yang telah menulis novel Jenderal Sudirman.

Di penghujung acara, peserta pelatihan terlihat puas. Mereka meminta FAMe supaya terus menggelar pelatihan-pelatihan sejenis.[]

Related posts