Gerakan Literasi di SDN 1 Indrapuri

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | Aceh Besar— Pada selasa 12 Februari 2019 merupakan hari ketiga dari perjalanan Tim II Literasi Aceh Besar dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, khususnya Aceh Besar.

Sekolah yang kami tuju adalah SDN 1 Indrapuri terletak di kecamatan Indrapuri Aceh Besar. Sekolah ini bersebelahan dengan SMPN 1 Indrapuri.

Read More





Seperti biasa, kehadiran kami di SDN 1 Indrapuri disambut hangat oleh kepala sekolah SDN 1 Indrapuri Mukhtar SPd, beliau sudah menunggu di depan pintu gerbang, begitu juga guru-guru yang ada di sana, menyambut kami dengan senyuman ramah, sepertinya mereka memang benar-benar menerapkan 5 S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) hingga kami Tim II Literasi Aceh Besar merasa nyaman dan bersahabat.

Sebagaimana sabda Rasullullah SAW: “ Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya”( HR. Bukhari) .

Ditambah lagi dengan penerapan sekolah tersebut memang salah satu sekolah SPT di Aceh Besar yang harus mampu menerapkan sekolah berkarakter dalam bingkai syari’at.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula KKG SDN 1 Indrapuri Aceh Besar. Kegiatan dibuka oleh Rusydi, S.Ag selaku Koordinator Tim Literasi Aceh Besar, dilanjutkan dengan kata sambutan dan pengarahan oleh Kepala Sekolah Drs. Mukhtar.

Beliau selaku kepala sekolah sangat mendukung kegiatan tersebut, terlihat dari cara beliau mengarahkan siswa untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan tersebut.

Jumlah siswa yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 88 orang terdiri dari kelas 4,5,dan 6, juga didampingi oleh guru kelas dan guru bidang yang ada di sekolah tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang literasi oleh Anissatul Fajri, S.Pd tentang begitu pentingnya literasi.

Kemudian materi mengenai Cerita Mini (Cermin) dan Cerita Pendek (Cerpen) diisi oleh saya yang juga termasuk Tim 2 Literasi Aceh Besar.

Suasana ruang terasa begitu khidmat, semua siswa terlihat antusias mendengarkan. Setelah pemaparan materi pertama selesai, diajukan beberapa pilihan menulis kepada siswa. Hasil yang didapat hampir semua siswa memilih untuk menulis puisi dan pantun. Nyaris tidak ada siswa yang memilih untuk menulis cerpen dan cermin.

Kemudian Tim II memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang materi cerpen dan cermin, setelah itu baru siswa termotivasi untuk menulis cermin dan cerpen. Sebenarnya mereka sudah sering menulis cerpen, hanya saja mereka mengira ini cerpen yang berbeda dari biasanya, sehingga banyak siswa yang kurang percaya diri.

Akhirnya dengan keputusan bersama antara siswa dan guru, maka mereka menulis cerpen dan cermin.

Kegiatan menulis dibimbing oleh Tim II Literasi Aceh Besar, dan didampingi oleh guru kelas dan guru bidang di SD 1 Indrapuri. Waktu menulis sudah berjalan selama 10 menit, tetapi belum terlihat ada karya yang akan dihasilkan, hanya beberapa siswa yang sudah menulis satu sampai dua kalimat.

Tetapi kami tidak patah semangat, kami terus memberi motivasi dan guru-guru SD 1 Indrapuri yang hebat terus menyemangati siswanya, hingga mereka berhasil menulis. Benar saja mereka menyelesaikan tulisannya sesuai harapan.

Di sela-sela menulis, untuk menghilangkan kejenuhan siswa, mereka bernyanyi bersama dipandu oleh Anissatul Fajri, S.Pd dan saya. Rata-rata siswa disini begitu kritis, lagu maupun yel-yel yang diajarkan langsung terhafal oleh mereka.

Setelah siswa selesai menulis, mereka mempresentasikan di depan teman-teman dengan penuh percaya diri. Selain mempresentasikan karyanya, ada beberapa siswa yang melantunkankan salawat dan lagu islami untuk menghidupkan suasana dan sekaligus membentuk karakter siswa supaya tumbuh rasa kepercayaan diri yang tinggi.

Panas terik di luar ruangan dan cuaca hangat sudah mulai terasa di ruangan, karena matahari sudah berada tepat di atas kepala, tidak membuat semangat mereka kendur. Bahkan, mereka rela antri untuk mempresentasikan karyanya.

Kegiatan hari ini benar-benar membuahkan hasil. Banyak cerpen dan cermin yang terkumpul. Rupanya kualitas memang lebih penting dari kuantitas. Bukan berarti sekolah yang sedikit rombel tidak bisa mencetak siswa berprestasi, itu semua tergantung kepada guru yang berkualitas dalam mencetak siswa yang punya semangat tinggi untuk belajar. Di samping juga didukung oleh faktor-faktor yang lain, seperti keluarga dan lingkungan.
Dari pengalaman hari ini, kami akan lebih bersemangat dalam menggerakkan literasi di Aceh Besar. Semoga lahir generasi penulis yang hebat.

Penulis : Sri Afriani, S.Pd

Related posts