Gerakan Literasi Di SDN Banda Safa

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR–Pagi yang cerah,Selasa 12 Februari 2019 tepat pukul 7.30 tim literasi dari tim I, Juwita dan Lisa Fiyerni hadir di SDN Banda Safa, melihat kedatangan tamu siswa berlarian untuk bersalaman kepada kami, bahagianya hati kami dapat bersalaman satu persatu dengan siswa di sekolah tesebut, sepertinya penanaman budaya karakter salam,senyum,dan sapa sudah nampak di sekolah Banda Safa.

Kepala sekolah Bapak Ahmadi,S.Pd dengan menyungging senyum dari raut wajah yang nampak memasuki usia senja, akan tetapi masih terlihat energik dengan sangat ramah menyambut kedatangan kami.

Read More





Di kantor kami saling tanya jawab tentang maksud kedatangan tim pada hari ini, beliau mengatakan bahwa pada saat pertemuan kepala-kepala sekolah SPT hari Kamis tanggal 7 Februari 2019 tidak dapat hadir karena dalam keadaan sakit.

Rutinitas Selasa pagi di sekolah SDN Banda Safa sebelum jam 8.00 wib adalah membaca Asmaul- Husna, kami keluar dari kantor untuk ikut membacakan Asmaul-Husna bersama-sama dengan siswa.

Selesai membacakan Asmaul-Husna kami langsung diarahkan oleh kepala sekolah untuk membuat kegiatan di ruang pertemuan guru, dengan sigap tim bersama guru, serta siswa langsung menuju keruang pertemuan yang ada dihalaman belakang sekolah untuk mempersiapkan sosialisasi gerakan literasi.

Selesai persiapan dan mengarahkan siswa untuk duduk dengan rapi karena acara segera dimulai.

Dalam sambutannya kepala SDN Banda Safa Bapak Ahmadi, S.Pd mengatakan bahwa mari kita semua warga sekolah guru dan siswa menggali ilmu dari tim yang turun ke sekolah, mari kita berkarya dengan berliterasi, selama ini belum ada ilmu untuk berkarya sampai menerbitkan buku,kita hanya bisa membaca buku yang orang lain buat. “Bahkan mungkin bukan hanya buku, semua barang-barang yang kita gunakan adalah produk hasil cipta orang lain,” ungkap Ahmadi.

“Khusus bidang literasi ini mari kita tingkatkan skill untuk dapat membuat karya sendiri, tentunya dengan banyak membaca dan setelah dibaca ditulis dalam sebuah buku agar tidak hilang karya kita tersebut,” ujarnya.

Dalam sambutannya lebih lanjut beliau mengatakan pihak sekolah sangat mendukung program literasi ini, mudah-mudahan ada perubahan yang lebih baik setelah sosialisasi ini dilakukan.

Selesai kepala sekolah memberikan arahan, lalu dilanjutkan dengan inti sosialisasi yang diisi oleh Ibu Lisa Fiyerni, S.Pd, dan Ibu Juwita,S.Pd, dan koordinator gerakan literasi Bapak Rusydi Adi,S.Ag.

Siswa didampingi oleh guru wali kelas dan beberapa orang guru lainnya dari sekolah tersebut. Jumlah siswa dalam kegiatan gerakan menulis sebanyak 66 siswa dari kelas IV dan kelas V, serta lima orang guru pendamping.

Siswa sangat bersemangat memperhatikan acara sosialisasi, kami bernyanyi lagu “literasi” bersama dipimpin oleh Ibu Juwita, saling tanya jawab, dan dilanjutkan dengan gerakan menulis cerita mini yang dilaksanakan langsung di ruang pertemuan.

Selesai semua siswa menulis cerita mini lalu beberapa siswa yang ceritanya sangat bagus diminta untuk maju kedepan membacakan cerita mini hasil karya sendiri yang dipandu oleh koordinator literasi Bapak Rusydi Adi, S.Ag.

Dalam paparannya koordinator tim, Rusydi menyampaikan beberapa pesan dan motivasi untuk terus meningkatkan literasi.

Akhir sesi tim menjelaskan kepada guru dan siswa bahwa sekolah dengan tim akan selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa selama dua bulan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian untuk perlombaan di bulan Juli 2019, dan September nanti di hari HARDIKDA akan diumumkan pemenang beserta reward untuk tingkat sekolah SPT.

Related posts