Guru Ideal Dan Amanah Profesi

  • Whatsapp

Oleh: Jufri Aswad, S. Ag

OPINI—-Secara filosofis, Pendidikan adalah hak asasi manusia. Sejalan dengan UUD 1945, sesungguhnya pendidikan bersifat terbuka, demokratis, tidak diskriminatif, dan menjangkau semua warga negara tanpa kecuali. Berbicara tentang pendidikan , tentunya berbicara tentang guru .Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan generasi bangsa esok hari.

Dengan pendidikan yang unggul dan berkualitas cita-cita bangsa dan Negara akan tercapai. Seorang tokoh pendidikan DR. Khursyi ahmad, MA mengatakan, “Melalui pendidikan manusia ditanam dan dengan pendidikan masa depan dibangun”. Guru adalah pilar penting sebagai garda terdepan dalam pewujudan tujuan pendidikan nasional.

Seorang guru harus memiliki kecerdasan intelektual, mempunyai kepribadian yang baik, mapan dalam menjalin hubungan sosial dengan masyarakat, dan terus mengasah diri dalam upaya peningkatan kualitas keilmuan. Guru harus terus belajar dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan mudah tercapai.

Konsep membangun peradaban manusia telah dianugerahkan oleh Allah Swt melalui penjelasan kitab-kitab-Nya dan disampaikan oleh Rasul-Nya.Dimana peranan ilmu pengetahuan sangat penting dalam menata hidup baik yang berhubungan dengan Sang Khlaid (Allah Swt), dan hubungan sosial kemasyarakatan.Kedudukan orang-orang berilmu pengetahuan sangat mulia dan tinggi di hadapan Allah Swt.Tinta emas para ulama (guru) akan membimbing umat manusia untuk keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.

Penghargaan Al-qur’an untuk Profesi Guru
Peristiwa turunnya wahyu yang pertama menunjukkan bahwa proses pendidikan ada pada saat itu. Al-qur’an surah al-‘alaq adalah ayat yang pertama diturunkan oleh Allah Swt ke muka bumi. Perintah membaca dan menulis sebagai makna isi kandungan secara umum surah tersebut.Dalam surah al-‘alaq ini Allah memberikan tiga kunci utama dalam dakwah dan tarbiyah (pendidikan), yang pertama perintah untuk membaca, kedua perintah menulis, dan ketiga selalu mengingat Allah dan mensyukuri akan nikmat Allah Swt.

Rasulullah Saw dibimbing oleh malaikat Jibril untuk dapat membaca dan memahami Qur’an Surah al-‘alaq ayat 1-5 dengan baik dan benar. Ini menunjukkan bahwa untuk memperoleh ilmu pengetahuan harus melalui proses pendidikan. Malaikat jibril dengan penuh tanggung jawab, dan patuh kepada perintah Allah Swt mengajari dan membimbing Rasulullah Saw untuk dapat membaca Kalam Allah tersebut untuk dapat membaca dengan baik.

Menjadi guru merupakan tugas mulia. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, dan juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada peserta didik. Seorang guru harus menjadi orang yang trampil dan mempunyai cita-cita membangun (konstruktif). Seorang guru harus berwibawa, jujur dalam bertindak, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas keprofesian.
Informasi Al-qur’an tentang hakikat interaksi pendidikan terkandung dalam QS. An-Nahl ayat 78: “ Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun, dan Dia (Allah) member kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”

Berdasarkan ayat di atas, jelas bahwa sejak lahir manusia sudah membutuhkan pendidikan. Pendidikan pertama yang diterima oleh seorang anak adalah pendidikan tauhid.Hati merupakan suatu alat bagi manusia untuk dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk (qalbu).

Kecerdasan intelektual harus disertai oleh kecerdasan hati (spiritual).
Guru Berhati Guru
Menjadi guru yang ideal merupakan sebuah cita-cita. Seorang guru harus mampu menguasai kecakapan di bidang:

Pertama memiliki kompetensi pedagogig (kemampuan memahami peserta didik), memiliki kompetensi kepribadian, maksudnya seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik, dan berakhlakhul karimah,ketiga memiliki kompetensi profesional, guru mampu menguasai kemampuan intelektual secara luas dan mendalam. Kemampuan melakukan pengembangan diri senantiasa menjadi cita-cita seorang guru. Seperti : mendalami materi pembelajaran yang diampuhnya, pengembangan bahan ajar, pengembangan kurikulum, dan penguasaan teknologi informasi.

Jujur dan amanah merupakan dua hal yang melekat pada diri seorang guru. Kedua hal ini merupakan kunci kesuksesan dalam mengajar. Seorang guru yang tidak jujur dan amanah maka kualitas pendidikan di sekolah menjadi rendah dan kompetensi kelulusan tidak tercapai. Jujur disini yang dimaksudkan adalah jujur dalam kapasitasnya dalam menjalankan profesi keguruan tanpa melakukan kecurangan dalam bertugas, dan menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Guru tidak dibenarkan menyampaikan materi ajar yang tidak sesuai dengan tujuan kurikulum yang telah ditetapkan, artinya seorang guru tidak boleh menzalimi peserta didik dengan tidak mengantarkannya kepada kecapaian kompetensi siswa.

Sikap amanah maksudnya pekerjaan profesi guru yang melekat pada diri seseorang hendaknya dijalankan dengan penung tanggung jawab, disiplin dan mempunyai keinginan untuk berkembang.Guru yang amanah senantiasa menjaga kehadirannya di sekolah, memiliki administrasi pembelajaran yang lengkap, terus mengasah kemampuan intelektualnya, dan berusaha membantu ketercapaian tujuan pendidikan lembaga pendidikan.

Pada era digital sekarang, perkembangangan teknologi informasi cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Semua peristilahan wa terupdte dengan cepat oleh jaringan komunikasi, jangan sampai permasalahan sosial guru menjadi bumbu yang di ekspose oleh media dan menjadi banyak perbincangan ditengah-tengah masyarakat.

Seperti kasus guru membolos mengajar, keterlambatan dalam memenuhi kewajibannya datang ke sekolah,tidak disiplin guru, sibuk dengan android tanpa mempedulikan belajar anak didik, serta tidak terjebak dengan perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai sosial dan aturan hukum perundang-undangan.

Keteladanan merupakan bagian penting yang harus dimiliki guru dalam menjalankan profesi keguruan. Akhlak dan kepribadian yang baik perlu ditampilkan dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Guru senantiasa melaksanakan shalat berjama’ah di sekolah, dan di tengah-tengah masyarakat. Di dalam lingkungan masyarakat, guru menjadi pilar penegakkan syari’at Islam secara kaffah.

Membangun sikap spiritual guru sangat penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul baik di bidang ilmu pengetahuan dan menghidupkan syiar agama Islam di lingkungan tempat tinggalnya. Singkronisasi antara ucapan dan perbuatan seorang guru merupakan bagian dari aspek integral keteladanan seorang pengajar (ta’lim) dan pendidik (murabbi).

Guru yang selalu berperan nencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan. Seorang guru sangat dituntut menguasai strategi pembelajaran yang maju dan modern, sehingga peserta didik dapat lebih mudah memahami pembelajaran yang disajikan di sekolah.

Pelaksanaan pendidikan yang unggul dan berkualitas tidaklah mudah sehingga sangat membutuhkan kecakapan intelektualitas, materi ajar, dan pemamfaatan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Zaman industrilisasi 4,0 abad sekarang semua telah menggunakan jaringan internet sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia dan menghasilkan ketepatan dalam pencapaian hasil pekerjaan yang sempurna dan cepat.
Sudah sepantasnyalah guru sebagai sosok agen pembaharuan, pengajar (ta’lim), dan sebagai pendidik (murabbi) selalu meningkatkan kualitas keilmuan dan kepribadian sehingga dapat mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas dan unggul.

*Penulis : Guru PAI dan BP pada SMA Inshafuddin Banda Aceh, dan Ketua Bidang Kerja sama DPW AGPAII Aceh.

Related posts