Kadisdik Pijay : Banyak ABK Tidak Tersentuh Dunia Pendidikan

  • Whatsapp

Pidie Jaya,santerdaily.com – Banyak dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak tersentuh dunia pendidikan. Hal ini disebabkan akses mereka yang mungkin jauh dari Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pidie Jaya, Saiful MPd, pada saat penutupan kegiatan Pelatihan Guru Pembimbing (GPK), Jumat (28/8/2020) di Aula Bappeda. Kegiatan pelatihan dimulai sejak 25 Agustus 2020.

Read More





Baca juga : Sekretaris Daerah Aceh Besar Tutup Usia

“SLB di setiap Kabupaten jumlahnya terbatas, dan biasanya SLB terletak di perkotaan. Keadaan ini tidak boleh kita biarkan, karena banyak anak berkebutuhan butuh sentuhan dan layanan pendidikan sebagaimana yang lainnya, mereka juga bagian dari generasi bangsa yang berhak.

Saiful menjelaskan bahwa fenomena pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus menjadi tanggung jawab kita bersama.

Menurutnya program pendidikan inklusif adalah solusi untuk pemerataan hak-hak dan kesempatan anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Sehingga pada tanggal 02 November 2017 Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Peraturan Bupati Pidie Jaya Nomor 29 Tahun 2017 menetapkan bahwa Kabupaten Pidie Jaya adalah Kabupaten Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif .

Sementara itu Kabid Pembinaan SD, Zulwanis, SPd MSi mengatakan bahwa apa yang kita lakukan ini adalah menjalankan amanah pemerintah sebagaimana yang dijelaskan dalam Pemendikbud No.70 Tahun 2009 Pasal 4 bahwa pemerintah kabupaten/kota menunjuk paling sedikit satu Sekolah Dasar, dan satu Sekolah Menengah Pertama pada setiap kecamatan dan satu satuan pendidikan menengah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif yang wajib menerima peserta didik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1).

“Ini berarti bukan saja Pidie Jaya yang harus siap menjalankan amanat ini, namun juga seluruh kabupaten kota yang ada di Indonesia demi terwujudnya program dunia “No Child Left Behind” dan “education for all”, “terang Zulwanis.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Kadisdik Pidie Jaya, Mashadi mengungkapkan alhamdulillah, kegiatan pelatihan ini berjalan lancar.

Pelatihan kali ini membahas tentang modifikasi kurikulum yang disampaikan ole Praktisi dan Pemerhati Disabilitas dan Pendidikan Inklusif, Istiarsyah MEd.

“Siswa berkebutuhan khusus harus memiliki akses yang lebih baik untuk dapat fasilitas pembelajaran dan informasi yang guru berikan secara tepat,” tutup Mashadi.[]

Related posts