Kondisi Pendidikan di Tengah Pandemi Wabah Covid-19

  • Whatsapp

Oleh: Hamdani, S.Pd., M.Pd*

OPINI—Setiap negara di belahan dunia sekarang sedang menaruh perhatian penuh untuk mengatasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Ini semua dikarenakan Covid-19 yang telah menjadi pandemi bagi masyarakat di seluruh dunia dan sudah banyak menelan korban jiwa manusia.

Read More



Pemerintah pun mempunyai kendala yang sangat besar dalam mengatasi kendala ini karena menyangkut dengan persoalan ekonomi, sosial kesehatan, pendidikan, keamanan dan lain-lain dalam mengatasi Covid-19.

Maka di sini diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan warga masyarakat dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dalam skala besar dan luas sehingga virus ini tidak berdaya menyebar ke warga masyarakat lainnya, dengan menerapkan sistem ketaatan dan disiplin bagi warga itu sendiri.

Dilema ini juga berimbas ke dalam dunia pendidikan walaupun sudah ada sebuah regulasi baru yang di keluarkan oleh pemerintah, dengan pembatasan kegiatan di setiap satuan pendidikan.

Dengan sistem proses belajar mengajar di satuan pendidikan wajib mematuhi dan menaati oleh setiap warga dari satuan pendidikan di seluruh Indonesia khususnya, tetapi ini bukan berarti guru dan siswa hanya bebas belajar.

Guru dan siswa tetap harus melaksanakan pembelajaran di rumah masing-masing dengan metode daring (dalam jaringan), metode luring (jaringan luar) atau dengan media lainnya yang bisa mengakses model pembelajaran sesuai dengan aturan protokol di satuan pendidikan masing-masing.

Kebijakan pembelajaran melalui metode daring merupakan sebuah manfaat yang sangat besar bagi siswa di era teknologi digital, sehingga dapat memberi hak-hak otonomi bagi siswa agar proses belajar tetap berjalan, meskipun dalam kondisi yang sangat prihatin dalam menghadapi darurat pandemi Covid-19.

Namun demikian, masih banyak kendala yang dihadapi guru dan siswa yang muncul dalam pembelajaran metode daring yang tidak bisa dihindari.

Sebagaimana contoh, yang akan terjadi di satuan pendidikan atau daerah 3T (daerah tertinggal, terdepan, dan terluar) yang terkendala dengan koneksi jaringan internet yang tidak ada, tentu ini tidak bisa dilaksanakan dengan sistem daring ataupun media teknologi lainnya.

Karena kemajuan informasi dan komunikasi, karena keterbatasan pemerataan teknologi sehingga bagi mereka belum bisa dan sulit melaksanakan pembelajaran daring ataupun dengan media lainya.

Alasan lain yang muncul adalah masih banyaknya satuan pendidikan yang belum familiar dengan perkembangan informasi dan komunikasi sehingga beberapa platform pembelajaran daring yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring.

Walaupun demikian penulis mencoba melalui tulisan ini memberikan gambaran tentang bagaimana manfaatnya teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan di tengah wabah Covid-19.

Manfaat teknologi informasi bagi dunia pendidikan

Sering kita melihat peran generasi muda atau siswa yang lahir era digital ini tidak terpikir baginya sulit menggunakan teknologi, bahkan dengan teknologi membuat mereka lebih matang dan mandiri dalam hal pemanfaatan teknologi tersebut untuk membantu proses belajarnya. Bahkan siswa tahu bagaimana mendidik diri sendiri dan mencari informasi melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Berdasarkan ini keputusan pemerintah melaksanakan pembelajaran di rumah bisa terjadi di setiap satuan pendidikan di saat wabah Covid-19, asalkan teknologi informasi (jaringan internet) terjangkau ke setiap satuan pendidikan.

Sebuah Penelitian Cambridge International melalui Global Education Census 2018 menunjukkan bahwa siswa Indonesia sangat akrab dengan teknologi informasi, tidak hanya dalam berinteraksi di media sosial tetapi juga untuk kebutuhan pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian itu bahwa siswa Indonesia menduduki peringkat tertinggi secara global selaku pengguna ruang IT atau komputer di sekolah baik melakukan pembelajaran dengan guru maupun dengan sesama mereka.

Maka dalam hal ini pemerintah sangat tepat mengeluarkan sebuah regulasi menyangkut dengan sistem pembelajaran daring di setiap satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi, agar bangsa Indonesia tidak ternoda dengan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama maupun negara agar cepat terhindar dari wabah Covid-19.

Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat dampak yang sangat besar dari sebuah fakta pada lingkungan siswa seperti terjadi interaksi belajar-mengajar antar guru dan siswa dalam dunia pendidikan saat ini, karena siswa lebih dilengkapi teknologi, daripada seorang guru.

Di sinilah perlu melibatkan tenaga profesional yang ada di setiap satuan pendidikan untuk meningkatkan kompleksitas proses pembelajaran di satuan pendidikan yang terutama harus melibatkan kepala sekolah sebagai pemimpin manajerial di sekolah.

Dengan kemampuan sebagai seorang manajer kepala harus bisa melibatkan guru dan siswa, admin atau pun operator sekolah, komite serta orang tua siswa, dengan memanfaatkan anggaran sekolah secara efisien dan efektif sesuai dengan kemampuan sekolah masing-masing, demi berlangsungnya sistem pembelajaran daring.

Semua ini sangat tergantung kepada kepala sekolah, melalui kepala sekolahlah kebijakan untuk membuka terobosan baru di sekolah seperti merencanakan, dan melaksanakan pembelajaran melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang ada.

Guru hanya sebagai pengelola kelas yang memiliki peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembelajaran secara daring tersebut. Ini yang menyangkut tugas-tugas yang harus dilakukan guru seperti merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran melalui media daring, pengajaran, bimbingan, dan pengawasan.

Siswa harus mendapatkan fasilitas pembelajaran supaya dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi-materi yang di berikan oleh guru melalui sistem on-line.

Administrator mempunyai kewajiban untuk mengakses dalam mengelola keseluruhan sistem di antaranya mengelola master data sistem, dan mengelola mengakses seluruh pengguna sistem seperti penyelenggara, guru dan siswa dapat mengatur pengelolaan seluruh kelas melalui walikelasnya masing-masing.

Sistem pembelajaran seperti di saat wabah Covid-19 ini, sangat sesuai digunakan dalam dunia pendidikan kita karena sesuai dengan keinginan kurikulum 2103 di antaranya sekarang ini dilakukan Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centered Learning), sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013.

Permendikbud itu menyebut ada pola-pola pembelajaran yang perlu diubah. Antara lain pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-siswa) perlu diubah menjadi pembelajaran interaktif, pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring dengan pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi, dengan pola ini pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari.

Sebagaimana seorang pengamat pendidikan Fernando Uffie, untuk melakukan itu semua pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan sudah menjadi suatu kewajiban setiap satuan pendidikan.

Interaksi Guru dengan Siswa dalam belajar Daring

Sebuah solusi belajar berbasis teknologi harus bisa menghadirkan sekaligus menguatkan interaksi antara guru dan siswa, dengan sistem daring supaya proses pembelajaran tetap berjalan sepeti yang diharapkan oleh masyarakat umum.

Oleh karena itu, solusi belajar berbasis teknologi pasti harus bisa memberikan solusi tepat dan cepat pada saat siswa membutuhkan pembelajaran langsung bisa interaksi antara guru dengan siswa secara daring.

Dengan harapan bahwa solusi belajar berbasis teknologi informasi bisa sejalan dengan apa yang diajarkan di sekolah dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku walaupun dalam kondisi pandemi wabah Covid-19.

Harus ada quality control dari tim akademik yang telah dibentuk dalam rangka menanggulangi pembelajaran pada saat mengatasi wabah Covid-19 tentang materi.

Sistem ini harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, karena terkait dengan masa depan generasi anak bangsa. Oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan menguasai teknologi informasi dan komunikasi, seperti mendesain konten pembelajaran, mengelola sumber belajar, membangun kemandirian belajar siswa, dan berkomunikasi multi-arah.

Pola interaksi aktif yang baik harus dibangun, kegiatan belajar bisa dikontrol, kesulitan belajar bisa diselesaikan, hasil belajar bisa terjamin dan berkualitas, dan dapat mengevaluasi pembelajaran, Dengan memanfaatkan media teknologi secara daring dan media lainnya yang sesuai dengan konektivitas internet yang ada di masing-masing satuan pendidikan.

Aktivitas pembelajaran guru dan siswa terus berlangsung tanpa ada efek yang sedang dihadapi masyarakat sekarang yaitu penyebaran Covid-19.

Mudah-mudahan dengan sistem seperti ini wabah Covid-19 akan segera lenyap dari lingkungan kehidupan manusia setelah semua komunitas manusia mentaati serta disiplin mengikuti seluruh ketentuan pemerintah dalam masa pencegahan pandemi wabah Covid-19.

*Kepala SMA Negeri 1 Bireuen Aceh dan Mahasiswa Program Doktor UINSU Medan.

Related posts