Memaknai Nuzulul Quran dalam Deraan Pandemi Corona

  • Whatsapp

Oleh: Dr. Silahuddin M,Ag*

OPINI–-Bulan mulia dengan penuh keberkahan ini juga mempunyai keutamaan tersendiri, yakni di bulan Ramadan inilah turunnya kitab suci Al Qur’anul Karim. Proses terjadi turunnya ayat suci Al Qur’an ini juga diperingati pada malam ke 17 Ramadan.

Di bulan ini semua rumah dan pemukiman masyarakat muslim pasti ada terdengar tadarus bacaan Al Qur’an. Baik dari kalangan orang tua, muda mudi bahkan sampai anak-anak juga bersemangat mengikuti tadarus. Hal ini menjadi motivasi dan kebahagiaan tersendiri dalam mengisi semangat dalam bulan ramadan.

Al Qur’an adalah salah satu mukjizat yang diberikan kepada Rasul Muhammad Saw sebagai petunjuk bagi seluruh umat di seluruh dunia, dan sumber ilmu tidak hanya muslim saja bahkan non muslim yang mengikuti aturan dan ajaran ini dia akan dijamin hidup dengan ketenangan.

Proses turunnya ayat Al Qr’an pertama sekali adalah pada saat Rasulullah sedang menghindari kehidupan yang sangat amburadul di kota Mekkah.

Masyarakat di kota tersebut sangat jauh dari etika manusia bahkan mereka tidak berakhlak, tidak sanggup melihat kehidupan yang jahil tersebut Rasul beru’zlah(mengasingkan diri) di dalam Gua Hira’.

Di Gua yang terletak lebih kurang 2 km jauh dari kota Mekkah tersebut Rasul mengeluh kepada Allah dengan kehidupan yang masyarakat di sekelilingnya yang penuh dengan kejahilan itu.

Rupanya physical distancing dengan ber’uzlah ini sama-sama untuk menghindari keramaian dan menghindari keburukan.

Pada saat melalukan physical distancing, Rasulullah menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah dan memikirkan bagaimana mendapatkan solusi dari kejahilan masyarakatnya.

Sehingga datanglah malaikat jibril menyampaikan firman Allah pertama sekali terdapat dalam Qur’an Surah Al A’laq ayat 1 sampai 5 yang bermakna bacalah dengan menyabut nama Tuhanmu dst.

Dengan petunjuk Wahyu Allahlah Nabi diberikan kemampuan untuk berdakwah menyampaikan kebenaran kepada ummatnya, tidak hanya masayarakat di kota Mekkah namun kepada seluruh ummat di seluruh dunia dan akan terus berlaku hingga akhir zaman kelak.

Demikian juga dengan kita selaku muslim dalam menghadapi pandemi ini, dan musibah lainnya mari kita tetap patuhi anjuran pemerintah dengan melakukan physical distancing , kita tetap pakai semboyan sementara kita “ tetap di rumah aja” dengan mengisi kegiatan kegiatan positif membaca dan mengkaji Al Qur’an serta melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk sendiri dan orang banyak.

Semoga dengan keberkahan Ramadan khususnya Nuzulul Qur’an ini menjadi obat dari segala penyakit sebagai solusi pandemi covid 19 dan musibah lainnya seperti banjir, gempa, dan lain-lain.

Alquran merupakan solusi dari segala bentuk penyakit, persoalan dan kejadian di muka bumi ini. Maka dengan momentum nuzulul quran kita jadikan alquran sebagai solusi.[]

*Kadisdikbud Aceh Besar.

Related posts