Menebar Gerakan  Literasi  di SDN  2 Kota  Jantho 

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Pada hari senin, 11 Februari 2019 tim literasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar mensosialisasikan gerakan literasi di salah satu sekolah jenjang SD yang melaksanakan program Sistem Pendidikan Terpadu di Kota Jantho.

Ini merupakan hari kedua dalam jadwal yang sebelumnya hari Sabtu tanggal 9 Februari 2019 sudah melaksanakan sosialisasi di SDN Lampeunerut.

Read More





Hari kedua ini tim I melakukan gerakan di SDN 2 Kota Jantho, sedangkan tim II melakukan gerakan di SDN Sibreh.

Tim II yang terdiri dari Juwita SPd dan Lisa Fiyerni SPd disambut dengan hangat oleh kepala sekolah dan dewan guru di sekolah SDN 2 Kota Jantho.

Tanpa membuang waktu tim bersama guru di sekolah tersebut langsung mempersiapkan perlengkapan untuk kegiatan sosialisasi gerakan literasi.

Sesaat memulai acara kepala SDN 2 Kota Jantho, Nurlaili, S.Pd memberikan arahan pada awal acara gerakan tersebut, dengan menyampaikan bahwa gerakan literasi ini adalah suatu sikap yang sangat bagus di tengah-tengah krisisnya bakat minat membaca dan menulis siswa. “Tidak menutup mata guru di daerah kita Aceh Besar masih bisa dikatakan kurang minat baca,” ujarnya.

“Fenomena ini perlu perhatian dan dukungan oleh semua pihak, khususnya di sekolah yang kami pimpin saat ini,” lanjut Nurlaili.

Secara umum beliau mengatakan bahwa literasi sudah dipahami oleh guru di sekolah tersebut, akan tetapi untuk pendalamannya serta pelaksanaan yang detail hingga menerbitkan buku belum dipahami oleh guru, maka dengan adanya gerakan dan perhatian serius dari dinas sekolah tersebut,maka kedepan akan berusaha untuk melakukan sesuai dengan tuntutan yang benar.

Harapannya siswa dan guru disekolah yang beliau pimpin akan lebih termotivasi untuk berliterasi.

Selesai kepala sekolah memberikan arahan, lalu dilanjutkan dengan inti sosialisasi yang diisi oleh Ibu Juwita, S.Pd, dan Ibu Lisa Fiyerni, SPd.

Siswa didampingi oleh guru wali kelas dan mereka terlihat sangat antusias memperhatikan acara sosialisasi, saling tanya jawab, dan dilanjutkan dengan gerakan menulis puisi langsung di ruang pertemuan.

Selesai semua siswa berkarya, lalu beberapa siswa yang puisi sangat bagus diminta untuk maju ke depan membacakan puisi hasil karya sendiri. Kegiatan berlangsung selama setengah hari.

Akhir sesi, tim menjelaskan kepada guru dan siswa bahwa sekolah dengan tim akan selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian untuk perlombaan di bulan Juli 2019, dan September nanti di hari HARDIKDA akan diumumkan pemenang beserta reward untuk tingkat sekolah SPT.

Related posts