Menjemput Datangnya Lailatul Qadar

  • Whatsapp

Oleh : Ahlul Fikri, S.Pd.I.,M.Pd*

RAMADAN DARING–-Di bulan Ramadan, ada satu malam istimewa yang paling ditunggu umat Islam. Malam itu adalah Lailatul Qadar.

Seluruh orang muslim melakukan ibadah kepada Allah agar mendapatkan malam seribu bulan yang terdapat di malam-malam ganjil di bulan Ramadan.

Malam Lailatul Qadar sangat dinanti karena memiliki kedahsyatan luar biasa. Barangsiapa mendapatkan malam Lailatul Qadar maka Allah akan mengabulkan setiap doa dipanjatkan kaum muslimin. Tak hanya itu Allah juga akan menghapus dosa bagi orang yang mendapatkan malam tersebut.
Akan tetapi, sebelum berburu malam Lailatul Qadar terlebih dulu orang-orang muslim mengetahui tanda-tanda datangnya malam istimewa itu.

Tanda-tanda yang mengikutinya malam Lailatul Qadar yaitu, matahari yang terbit pada pagi hari tidak membuat silau. Sinarnya bersih tidak seperti hari-hari biasa. “Matahari terbit pada hari itu tidak membuat silau”. (HR Muslim).

Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan. Pada malam itu, para malaikat akan turun ke bumi untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang senantiasa menghidupkan Lailatul Qadar. Allah SWT juga akan melapangkan rezeki bagi mereka yang senantiasa meminta dengan tulus serta dikehendaki-Nya.

Di malam Lailatul Qadar, segala amal baik akan diberikan pahala berlipat ganda. Malam Lailatul Qadar tidak bisa disamakan dengan malam-malam lainnya. Imam Mujahid, qatadah serta ulama besar lainnya berpendapat, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang begitu mulia dan utama.

Bagi siapa saja yang senantiasa beribadah dengan tulus, mendirikan salat baik salat wajib maupun sunah, membaca Al-Quran, berzikir dan melakukan kebaikan lainnya akan mendapatkan kesejahteraan dan ketenangan. Mereka yang senantiasa menghidupkan malam Lailatul Qadar juga akan dijaga oleh para malaikat yang turun ke bumi.
Malam Lailatul Qadar juga dipercaya sebagian ulama sebagai waktu pertama kali Al-Quran diturunkan. Dalam Al-Quran sendiri, Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itu artinya, Lailatul Qadar merupakan satu malam penting yang hanya terjadi pada bulan Ramadhan.
Inilah salah satu momentum yang dirahasiakan Allah swt dari makhluk-Nya.

Karena malam ini begitu istimewa, sungguh beruntung mereka yang pada malam ini sedang berada dalam kondisi suci-bersih dari dosa, lebih-lebih jika dalam keadaan beribadah dan berserah diri kepada-Nya. Karena pada malam inilah Allah swt menurunkan al-Qur’an dari Luah Mahfudz ke Baitul Izzah, sebuah ruang yang berada di antara lauh mahfudh dan langit dunia..

Di sanalah Allah swt menempatkan al-Qur’an sebelum diturunkan secara berangsur oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah saw di malam Nuzulul Qur’an
Salah satu malam istimewa di bulan Ramadan adalah malam lailatul qadar. Sebuah malam ketika Alquran sebagai sebuah kitab suci pamungkas yang diwahyukan kepada nabi pamungkas, pertama kali diturunkan ke langit dunia. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah SWT:
Sesungguhnya telah Aku turunkan (al-Quran) pada malam lailatul qadar. Tahukah kamu apa malam lailatul qadar itu? Yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam tersebut turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. (QS: al-Qadar, 1-4).
Ayat di atas memberikan penjelasan secara tegas bahwa malam lailatur qadar adalah sebuah malam yang sangat istimewa. Salah satu maksud atau tujuan diutamakannya malam tersebut antara lain adalah juga untuk memuliakan waktu dan tempat diturunkannya Alquran. Dan lailatul qadar tidak hanya terjadi sekali pada masa diturunkannya ayat ini.

Menurut sebagian besar ulama, malam Lailatul Qadar biasanya jatuh di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan malam Lailatul Qadar datang di malam-malam genap.

Para ahli agama beserta sejumlah periwayat hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Abdullah Bin Umar, hingga Abu Malik menyebutkan, penulisan takdir di lauhul mahfudz dalam setahun akan dirinci di malam Lailatul Qadar.

Tidak hanya itu, ketentuan ajal dan rezeki juga akan ditetapkan serta dicatat. Allah SWT pun akan menjamin pengampunan bagi siapa saja yang mendirikan salat malam dengan bersungguh-sungguh di malam itu. Allah SWT bahkan akan menggugurkan segala dosa yang pernah dibuatnya selama ini.
” Barang siapa melaksanakan shalat malam di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan persisnya waktu Lailatul Qadar turun. Sejumlah hadis pun hanya menyebutkan malam Lailatul Qadar jatuh di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Untuk itu, dianjurkan bagi setiap umat islam agar meningkatkan ibadah dan amal soleh di waktu tersebut. Tujuannya agar tidak kehilangan malam Lailatul Qadar. Adapun tanda-tanda Lailatul Qadar malam seribu bulan adalah:
• Esok hari, matahari akan terbit dalam keadaan teduh, jernih dan seperti tidak ada sinar
• Sinar matahari pagi tidak begitu cerah, namun teduh serta menenangkan
• Udara tidak panas maupun dingin, tidak berawan dan tidak badai di malam Lailatul Qadar
• Keadaan menjadi sangat tenang, nyaman, dan umat Islam akan merasakan kenikmatan tersendiri saat beribadah dengan sungguh-sungguh. Hal ini lantaran malaikat turun ke bumi.
Berikut beberapa hadis yang terkait dengan tanda – tanda adanya malam Lailatul Qadar.
Hadis Riwayat Imam Muslim,
” Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Imam Muslim, 762).

Hadis riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda,
• ” Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan.” (HR. Al Baihaqi).

Pada sebuah hadis riwayat Muslim juga dijelaskan:
• ” Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya. (HR. Muslim)
Malam Lailatul Qadar merupakan, malam di bulan Ramadan yang sangat dinantikan oleh segenap umat muslim di seluruh dunia. Di malam ini, umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Apa yang menyebabkan Malam ini begitu mulia? Beberapa fakta berikut inilah yang menjadi alasannya. (1). Malam diturunkannya Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah Al Qadr ayat 1, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” Sebagai malam peringatan diturunkannya kitab suci kepada umat muslim, tentu saja membuat Malam Lailatul Qadar penuh dengan berkah. Dalam buku Fikih Islam dari H. Sulaiman Rasjid dijelaskan bahwa siapapun yang beribadah di malam diturunkannya Al-Qur’an ini maka pahalanya akan dilipatgandakan lebih dari 29.500 lipat. (2). Malam yang lebih baik dari seribu bulan Dalam Surah Al Qadr ayat 3, Allah berfirman bahkan, “Malam Kemuliaan adalah lebih baik dibanding seribu bulan.” Yang artinya, begitu mulianya Malam Lailatul Qadar sehingga pahala beribadah di malam itu sama dengan beribadah terus menerus selama lebih dari seribu bulan atau selama 83 tahun.

(3). Malam turunnya para malaikat Seperti yang disebutkan dalam Surah Al Qadr ayat 4, pada malam ini juga turun malaikat-malaikat yang membawa rahmat ke bumi.

Termasuk juga Malaikat Jibril dengan izin Allah SWT untuk mengatur segala urusan. Bersamaan dengan turunnya para malaikat ini, banyak juga rahmat dan berkah yang datang ke umat manusia. Apalagi mereka yang berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Quran di Malama Lailatul Qadar. (4). Ampunan bagi orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada Malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901).
Karena Malam Lailatul Qadar begitu istimewa, malam ini dijadikan rahasia oleh Allah SWT.

Jadi, kita tidak akan pernah tahu kapan pastinya malam Lailatul Qadar akan datang. Namun, para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar terdapat pada salah satu malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Salah satu hadis juga menjelaskan kalau Rasulullah SAW sangat sungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Kita bisa meniru kesungguhan Rasulullah beribadah di waktu tersebut untuk mendapatkan berkah Malam Lailatul Qadar. (5). Malam dicatatnya takdir tahunan Takdir tahunan pun dicatat pada Malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah Ad Dukhan ayat 4, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” Ayat ini dijelaskan Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya yang berarti pada Malam Lailatul Qadar terjadi penulisan takdir manusia selama satu tahun, diantaranya takdir ajal dan rizki. Nah, karena Malam Lailatul Qadar penuh misteri, kita harus siap menyambutnya dengan beribadah secara tulus. Sehingga bisa mendapatkan kesejahteraan dan kedamaian hingga terbitnya fajar.

Oleh sebab itu, tidaklah musykil bila umat Islam dalam setiap bulan Ramadan berlomba-lomba untuk mendapatkan malam yang penuh berkah itu. Sebagian ulama mencoba membuat kaidah atau cara untuk mengetahui malam lailatul qadar.

Salah satunya adalah hujjatul Islam Imam al-Ghazali (W.505 H). Menurut beliau, malam lailatul qadar bisa diketahui dengan melihat hari awal mula (tanggal pertama) bulan puasa. Kemudian beliau merumuskannya demikian:

1. Jika hari atau malam pertama bulan Ramadan jatuh pada malam Ahad atau Rabu, maka lailatul qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadan.

2. Jika hari atau malam pertama jatuh pada Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadan.

3. Jika hari atau malam pertama jatuh pada Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan.

4. Jika hari atau malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan.

5. Jika hari atau malam pertama jatuh pada Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadan.

Rumusan yang dikemukakan oleh sejumlah ulama termasuk Imam al-Ghazali di atas berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing yang bertujuan untuk memudahkan orang-orang awam untuk menemukan malam lailatul qadar.

Hal itu berbeda dengan para sufi. Abu Thalib al-Makki misalnya, ia mengatakan bahwa bagi seorang ‘arif (orang yang telah mencapai tahapan makrifat kepada Allah) setiap malam (di sepanjang tahun) adalah malam lailatul qadar
Pertanyaannya, kenapa malam lailatul qadar tidak dijelaskan secara pasti kapan terjadinya? Menjawab pertanyaan tersebut, Imam Fakhr ar-Razi dalam tafsir monumentalnya, Tafsir Mafatih al-Ghaib atau yang lebih terkenal dengan Tafsir al-Kabir, menjelaskan hikmah tersembunyinya malam lailatul qadar. Ar-Razi berkata:
“Allah merahasiakan jatuhnya malam lailatul qadar sebagaimana Dia merahasiakan perkara-perkara lainnya (seperti rejeki, kelahiran dan kematian) antara lain adalah bahwa Dia merahasiakan ridanya atas ketaatan kaum muslim agar mereka istikamah beribadah dalam sebulan penuh untuk mendapatkan malam yang keutamaannya melebihi seribu bulan. Allah juga menyembunyikan waktu-waktu dikabulkannya doa agar hamba-Nya tidak berhenti berdoa.”

Oleh karena itu, menjadi mafhum apabila malam nuzulul qur’an adalah tanggal 17 Ramadhan, yaitu malam penerimaan al-Qur’an untuk pertama kali oleh Rasulullah saw dari Malaikat Jibril.

Sedangkan malam Lailatul Qadar hanya Allah yang mengetahuinya. Begitulah Allah swt mengistimewakan momentum penurunan al-Quran ke Baitul Izzah hingga menilainya seribu kali lipat bulan kebaikan dan mengabadikannya dalam surat al-Qadar yang berati kemuliaan.

Semoga Allah swt memberikan kesempatan kepada kita semua untuk dapat bertemu dengan malam lailatul qadar, karena sesungguhnya malam tersebut dihiasi dengan seribu keistimewaan dari pada beribadah pada malam malam yang lain

*Penulis : Kepala SMA Negeri 2 Lhoknga Kabupaten Aceh Besar dan Ketua DPW AGPAII Aceh

Related posts