Ramadan Sebagai Bulan Evaluasi Diri di Tengah Wabah Corona

  • Whatsapp

Oleh: Dr. Silahuddin M,Ag*

OPINI—-Adakah ummat Islam yang tidak merindukan bulan Ramadan yang penuh berkah ini? , bulan yang dinanti oleh seluruh ummat manusia diseluruh dunia karena penuh kesan yang sangat indah. Keindahan di bulan Ramdan diwarnai dengan penuhnya setiap mesjid dan Mushalla disetiap malam ummat melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah.

Salat jamaah inilah yang menanamkan rasa sosial dan kekuatan ummat, ditambah lagi semaraknya para pemuda melantunkan tadarusnya di setiap kampung masing masing. Keindahan Ramadan juga terbangun di dalam setiap keluarga dimana seluruh anggota keluarga sama sama menikmati kebersamaan dengan bersahur dan berbuka bersama.

Keindahan Ramadan di tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana dunia sedang diuji munculnya wabah Virus Corona yang kita ketahui sudah mencapai seluruh pelosok dunia disinggahi dengan ribuan berjatuhan korban.

Selayaknya kita sebagai ummat yang bertaqwa kepada Allah SAW jadikanlah Ramadan ini sebagai bulan untuk kita bermuhasabah diri dalam mengevaluasi atas tertimpanya musibah Covid-19 ini.

Wabah ini adalah salah satu teguran Allah karena ulah tangan manusia yang melampaui batas, untuk itu Ramadanlah sebagai sarana kita kembali membersihkan diri dan bertaubat.

Pemerintah membatasi pertemuan dan berbagai kegiatan diluar rumah dalam upaya menghapus penyebaran virus ini dengan menetapkan aturan “ di rumah aja, bekerja dari rumah aja”.

Berdiam diri di rumah saat bulan Ramadhan dengan kondisi pandemik covid 19 ini bisa menjadi sarana atau media umat Muslim untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri. Dengan adanya musibah pandemi ini, kita bisa berkhalwat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyendiri dan menarik diri dari hiruk pikuk kebiasaan duniawi.

Melakukan instrospeksi diri seorang hamba bisa lebih mengenal dirinya sendiri selaku seorang hamba ciptaannya, sehingga menjadikan pribadi dengan target sebagai insan yang bertaqwa.

Selain menghabiskan waktu dengan memperbanyak ibadah, membaca Alquran, dan berdoa, berdiam di rumah dapat diisi dengan mengenal diri sendiri, yang mungkin selama ini sering diabaikan karena kegiatan-kegiatan yang kerap dilakukan.

Setelah wabah ini berlalu, kita menjadi pribadi yang berbeda. Pribadi yang lebih tenang, dewasa, dan tidak mudah terpancing dgn isu atau omongan. Kita jadikan momentum ini untuk bermuhasabah dan mengenal diri sendiri.

Dalam Hadis Riwayat Imam muslim, dari Shuhaib bin Sinan, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”.

Adapun dalam menghadapi musibah kali ini, kita selaku umat Muslim perlu untuk berikhtiar dan bertawakal agar kita menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah SAW.Ikhtiar dilakukan dengan mengikuti anjuran pemerintah, seperti sering mencuci tangan, menjaga kebersihan, berdiam di rumah, serta menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sementara tawakal dilakukan dengan memeperbanyak berdoa, ibadah, dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Dalam HR Bukhari 3474, Aisyah istri Nabi SAW berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah tentang wabah penyakit tha’un. Maka Nabi SAW mengkabarkan kepadaku, Sesungguhnya wabah penyakit tha’un itu adalah siksa yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Tetapi Allah juga menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum mukminin (yang bersabar menghadapinya).
Maka tidak ada seorang hamba ketika terjadi wabah penyakit tha’un tetap tinggal di negerinya (dalam riwayat Ahmad tertulis : “di rumahnya”) dengan sabar, mengharap pahala dari Allah (atas kesabarannya) dan mengetahui bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan, melainkan ia akan memperoleh pahala seperti orang yang syahid.[]

*Penulis adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar.

Related posts