Amsori Ngopi Hukum Bersama Salah Satu Kombatan GAM dan Akademisi

  • Whatsapp

BANDA ACEH—Ketua Umum Perkumpulan Politisi Muda Indonesia menjadi narasumber dalam diskusi di salah satu kantin pekarangan Kampus Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. “Diskusi tersebut mengusung tema “Kedudukan Pemberontak dan Para Pihak yang Bersengketa dalam Hukum Internasional” sesuai dengan judul buku yang ditulis Amsori. 21/02/2020

Dalam diskusi tersebut dihadiri sekaligus Narasumber Amsori (Ketua Umum Politisi Muda Indonesia), Suadi Sulaiman (Adi Laweung) Juru Bicara DPA Partai Aceh, Saifuddin Sa’dan (Wakil Dekan Fakultas Hukum dan Syariah) dan Badri Hasan dari Akademisi UIN Ar-Raniry, serta hadir puluhan mahasiswa pada diskusi yang berlansung selama 2 jam tersebut.

Gus Amsori yang juga sebagai Wakil Ketua LPBH PBNU memperkenalkan dan membagikan buku yang ditulisnya dengan judul sesuai tema “Kedudukan Pemberontak dan Para Pihak yang Bersengketa dalam Hukum Internasional” kepada petanya terbaik selama jalannya diskusi ngopi hukum tersebut.

Pada perbincangan yang dikemas dengan diskusi panel itu membahas terkait perjuangan GAM dari masa yang di anggap kelompok separatis hingga sampai adanya produk hukum Kesepakatan Perdamaian (MoU) RI dan GAM, dalam kesempatan tersebut adi laweung mencoba menguraikan status dan kedudukan UUPA hingga turunannya sampai ke status Bendera Aceh yang saat ini masih polimik di pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang sama Gus Amsori mengatakan bahwa Hukum juga salah satu produk Politik yang di atur sedemikian rupa demi keamanan, ketentraman, dan kesejahteraan rakyat indonesia.

“Kalau berontak atau radikal (rada sedikit nakal) dalam pemikiran boleh saja tapi ada aturan mainnya, dan itu harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai kaedah ketentuan hukum yang berlaku, sambil ketawa… Hingga membuat audien riuh bertepuk tangan”ujar Gus Amsori.

Saifuddin Sa’dan dan Badri Hasan dari Akademisi UIN juga mencoba mengupas seputaran arti pemberontakan yang di usung tema tersebut. Sehingga membuat audien terpancing untuk bertanya dan berdiskusi bersama narasumber yang hadir.

Dalam diskusi tersebut turut dihadiri oleh pengurus PCNU Aceh Besar dan Sekretaris GP-Ansor Aceh Besar Sahabat Muhajir, sahabat Fauzi Rizal, dan M.Yanis.

Sekretaris Gp Ansor mengatakan mengucapkan terimakasih banyak pada Gus Amsori karena telah menyisihkan sedikit waktu untuk silaturahmi dan ngopi bareng di sela-sela kesibukan jadwalnya yang sangat padat.

“Kami sangat senang dapat silaturahmi dengan tokoh NU Nasional yang selalau inspiratif dan banyak ilmu yang kami dapatkan, walaupun hanya waktu yang singkat dapat berdiskusi dengan beliau, dan insya Allah kita akan merencanakan agenda besar untuk membumingkan kembali NU dan Badan otonomnya di Provinsi Aceh, termasuk GP Ansor, salah satunya kita akan berencana datangkan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Abah Luhfi) sekaligus Wantimpres, untuk menyampaikan dakwah, mohon doa dan dukungan semoga tercapai rencana kita ini, ujar pemuda yang akrab disapa Cak ijir tersebut.

Diskusi tersebut di akhiri dengan foto bersama dan saling bersalaman, harapan bisa berjumpa kembali pada kesempatan lain.



Related posts