Corona, Bukti Allah Sebagai Penguasa Langit dan Bumi

  • Whatsapp

Oleh Dr. Muhammad AR. M.Ed

OPINI—Virus Corona yang tengah menghebohkan dunia sekarang ini adalah sangat tidak bermakna sama sekali dalam pandangan Allah swt, namun seluruh jagat raya ini baik mereka para pemimpin ataupun rakyat jelata sangat menakutkan dengan virus ini. Inilah bukti keperkasaan Allah Yang Maha Agung sebagai penguasa langit dan bumi walaupun masih terlihat keangkuhan di antara pemimpin dunia saat ini. Mereka lupa bahwa di sebalik mereka ada Pemimpin Yang Maha Perkasa —- Allah swt. Coba lihat negara mana di dunia ini yang tidak memikirkan masalah virus ini, pemimpin mana yang tidak terkena imbas dari virus corona ini, ahli kesehatan mana yang tidak risau dengan kondisi yang sedang berlangsung saat ini?

Read More



Walau bagaimanapun, ini merupakan secuil kehendak Allah swt untuk menguji mereka-mereka para pemimpin dunia, apakah mereka punya otak, apakah mereka punya hati, apakah mereka punya perasaan, dan apakah mereka pernah memikirkan bahwa mereka adalah makhluk yang sangat dhaif dalam segala hal? Namun yang namanya manusia yang telah ditutup hati oleh Allah swt, mereka tetap saja ingkar kepada-Nya hingga nyawa mereka sampai ke kerongkongan barulah sadar. Manusia sering lupa bahwa merekalah yang paling berkuasa dan super sehingga mereka terlupakan eksistensi Penguasa Langit dan penguasa Bumi yang Maha yang sejati —- Allah ‘azza wajalla.

Kalau boleh kita bertanya, siapa yang menyuruh Menteri Pertahanan Amerika untuk berhenti berperang meneruskan perang di Suriah, jawabannya adalah kehendak Allah; Siapa yang menyuruh tutup hotel-hotel di Las Vegas, Klub-klub perjudian besar di dunia, bar dan night-club, tentunya perintah Allah; siapa yang menyuruh tutup tempat prostitusi terbesar di Amsterdam yang memperoleh income $ 10 Trilliun per hari, dan juga tempat-tempat prostitusi lainnya di dunia ini, siapa juga hari ini yang menyuruh tutup seluruh Klub bogel dunia, klub Gays (LGBT), Nightclub, Bar, dan Restaurant di seluruh dunia, semua atas perintah Allah; siapa yang menyuruh berhenti semua penerbangan di seluruh dunia hari ini, jawabnya juga Allah; siapa yang menyuruh Vladimir Putin dan Bashar al-Assad untuk bernegosiasi agar berhenti berperang, jawabnya juga Allah swt; hari ini semua orang di dunia memakai hijab, memakai masker, penutup wajah karena takut sama virus, walaupun sebelumnya membencinya, semuanya atas perintah Allah; siapa yang menyuruh menutup semua masjid di dunia dan termasuk Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi, tentu saja Allah atas kehendak-Nya; siapa yang menyuruh pemuka semua agama untuk berkumpul di Yerussalem untuk berdoa melawan virus corona, juga tidak luput dari kehendak Allah; siapa yang menyuruh hentikan pembantaian umat Islam Uyghur di China, juga karena keberasaran Allah dengan mengirim coronanya ke Wuhan; Semua hal-hal yang berlaku di dunia ini sekarang termasuk di negara kita adalah karena campur tangan Allah walaupun manusia atau para pemimpin negara semakin angkuh dalam berkuasa.

Allah swt bukan hanya King (Raja) pada hari kiamat (malik al-yaumiddin), tetapi penguasa langit dan bumi, penguasa dunia dan akhirat. Oleh yang demikian itu, ketika kita berkuasa jangan angkuh, jangan sombong, jangan pongah, jangan keras kepala, karena dalam genggamannya-lah semua kekuasaan dan urusan manusia, tinggal Allah berkehendak, langsung terjadi dan tidak ada satupun makhluk yang dapat menahan kehendak-Nya. Seharusnya para penguasa di atas bumi sekarang bisa belajar tentang bagaimana tragisnya akhir hayat Firaun, Qarun, Raja Namrud, dan para pemimpin durjana lainnya. Semua pelajaran bisa diambil dari kejatuhan mereka setelah lama berkuasa dan pelajaran terbaik adalah tidak ada kuasa selain kekuasaan Allah, tidak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah, tidak ada kekayaan kecuali Allah Yang Maha Kaya, tidak ada yang paling adil kecuali keadilan Allah, dan tidak ada yang paling pengasih dan penyayang kecuali Allah swt. Seharusnya manusia selalu muhasabah atas keterbatasannya, kedhaifannya, kekurangannya dan kebodohannya.

Bukankah dari dulu hingga kini semua manusia sudah merencanakan segala program dan aktivitas mereka, kemudian semua rencana tersebut bubar dan buyar dengan seketika, lalu kita bertanya kenapa ini terjadi dan siapa yang mengendalikannya? Semua ini merupakan takdir Allah dan inilah bukti bahwa manusia (makhluk) hanya pandai berencana, tetapi mereka lupa bahwa semua kepastian hanya ada di tangan Allah swt. Mungkin inilah doa-doa orang shalih dan orang-orang terdhalimi sehingga Allah menurunkan rasa takut ke dalam hati semua pemimpin di dunia ini untuk berhenti semua aktivitas (lockdown) di tempat mereka masing-masing. Seharusnya dengan kondisi dunia saat ini sangat mencekam, manusia semakin takut dan bersujud kepada Penguasa langit dan Bumi (Allah ‘azza wajalla) dengan mengucapkan dua kalimah syahadah sebagai bukti kedhaifan mereka. Atau, menghentikan segala kedhaliman dan kemunafikan dalam kehidupan mereka baik para pemimpin ataupun para rakyat jelata. Namun, kelihatannya lagi-lagi manusia ini memang jahil dan sangat enggan untuk tinduk dan berlutut dihadapan Allah untuk memuji-Nya dan menyembah-Nya dengan sesungguhnya.

Karena itu sekarang ini bagi orang-orang yang beriman seharusnya semakin bertambah imannya kepada Allah swt karena dengan keadaan yang kacau balau dan penuh ketakutan yang kita rasakan sekarang ini, semakin kita paham bahwa semua ini adalah scenario Allah untuk semua manusia yang telah berbuat dhalim. Contohnya hampir semua negara dimana umat Islam sebagai minoritas, maka disitulah terjadi pembantaian, pembunuhan, pembasmian etnik, seperti terjadi di Uyghur-China, di India, di Palestina, sebagian negara Eropa, sebagaian negara Afrika. Semua pemimpin negeri Islam tahu persoalan ini tetapi mereka diam seribu bahasa, semua ulama Islam tahu tetapi mereka diam, semua organisasi Islam tau tetapi mereka tidak berbuat apa-apa keculi berpura-pura tidak tahu, dan rakyat jelata (umat Islam) yang berada di garis bawah Cuma pandai berdoa kepada Allah agar menghukum orang-orang yang membunuh saudara kaminya Allah. Mungkin doa-doa merekalah yang terkabul hingga beginilah kondisi dunia hari ini. Ingat ketika kita tidak mau menjalankan amar makruh nahi mungkar, maka Allah akan menurunkan bala bencana secara umum dan tidak pilih kasih. Ini semua diakibatkan oleh diamnya mereka terhadap kedhaliman, sehingga Allah turun tangan.

Celakanya manusia sekarang sangat takut kepada Virus Corona, bukan kepada Zat yang mengirim Corona itu.
Dalam pandangan Islam setiap penyakit mesti Allah telah menurunkan penawar untuknya, kecuali mati. Mati tidak ada obatnya walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh. Namun, sebagai bukti manusia takut kepada Allah yang menurunkan wabah Corona, maka bertawakkallah kepada Allah dengan mengikuti petunjuk bagaimana menghindari wabah tersebut sesuai petunjuk Rasulullah saw dan para medis. Itu namanya tawakkal. Umat Islam yang masih bertuhankan Allah swt, mengikuti Muhammad saw sebagai Nabinya, maka takutlah kepada Allah dengan sebenar-benar takut, jangan takut sama Corona, jaga Allah sehingga Allah menjagamu, jaga shalat anda, jaga sedekah anda kepada yang berhak, jaga zakat anda, jaga hubungan baik sesama muslim, jaga kebersihan dan jauhkan maksiat kepada Allah, indahkan perintah Allah dan Rasul-Nya sehingga anda semua selamat dunia dan akhirat (masih tetap dalam iman). Corona itu akan mengintai siapa yang Allah kehendaki dan khsusunya yang ajalnya telah tiba, tugas hamba adalah berusaha mengindari wabah tersebut dengan tidak pergi ke tempat yang sudah mewabah, dan orang-orang yang berada di tempat yang berwabah tidak boleh keluar dari situ. Secara duniawi, ikutilah petunjuk para ahli medis dalam menghindari Corona sesuai dengan yang diperintahkan Islam yaitu ‘tanyalah sesuatu kepada ahlinya.”

Ikutilah himbauan pemerintah untuk lockdown agar virus tidak merebak, namun pemerintah juga perlu memikirkan bagaimana kebutuhan warga yang berada dibawah garis kemiskinan yang hari-harinya mencari sesuap nasi. Dengan bahasa lain, Negara harus menyumbang kepada mereka-mereka yang sangat membutuhkan. Hanya kepada Allah kita menyerah diri dan kepada-Nyalah kita akan kembali.

Related posts