Disdikbud Aceh Besar Gelar Kegiatan “Kadis Menyapa”

  • Whatsapp

ACEH BESAR–-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Besar melaksanakan acara “Kadis Menyapa”, Rabu (20/5/2020) melalui Daring Vicon.

Panitia pelaksana, Juwita SPd mengatakan kegiatan tersebut diisi oleh tiga nara sumber Dr.Silahuddin,M.Ag, selaku Kadisdikbud Aceh Besar, Prof.Dr Mustanir Yahya MSc, selaku Ketua MPD, dan ketua komisi V DPR Aceh Besar Muhibbudin, SE. dimulai pukul 10 Wib sampai dengan pukul 12 Wib, yang diikuti oleh 50 peserta dari unsur kepala sekolah tingkat SD dan SMP kabupaten Aceh Besar.

Sesi pertama diisi oleh Kadisdikbud Bapak Dr. Silahuddin, M.Ag, beliau sudah menginstruksikan agar sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi atau darurat seperti saat ini dengan cara daring dan secara luring.

“Selama covid pembelajaran tidak boleh berhenti, dan guru harus aktif kreatif melaksanakan metode-metode pembelajaran seperti membuat grup WA, jemput bola untuk memberi tugas, dan dengan cara daring,” tegasnya.

Sementara sesi kedua diisi oleh, Prof Dr Mustanir Yahya, selaku ketua MPD menyampaikan bahwa proses belajar harus familiar dan nyaman.

Tambahnya, kegiatan belajar apapun kondisi dan caranya harus tetap berjalan, dengan teknologi guru harus memaksimalkan pembelajaran,semua pihak harus ikut melihat masalah dan harus meminimalkan masalah tersebut. “Dalam situasi musibah covid seperti ini pendidik harus keluar dari zona nyaman,” katanya.

Muhibuddin, SE sebagai nara sumber terakhir menyampaikan bahwa kita semua sedang menjalankan amanah sesuai tupoksi kita masing-masing, tentunya amanah harus dilaksanakan dengan rasa penuh tanggung jawab, di tengah pandemi mau tidak mau kita harus mengikuti teknologi, belajar dengan berbagai metode baik secara daring atau metode lainnya.

“DPR selalu mengawasi sistem pendidikan yang dijalankan oleh Dinas pendidikan. Saat ini guru sudah sejahtera maka kreatifitas, inovatif dan keaktifan guru harus terus ditingkatkan,” harapnya.

Kegiatan tersebut diikuti aktif oleh para kepala sekolah, terlihat antusiasnya mereka mengajukan pertanyaan dan masukan untuk ketiga nara sumber.

Menurut penuturan kepala sekolah pembelajaran daring dan luring sudah dijalankan, namun baru aktif berjalan sekitar 60-70 persen.[]



Related posts