DPP FUAS Gelar Ngabuburit dengan Mengikuti Anjuran Pemerintah

  • Whatsapp

Aceh Selatan – Silaturahmi dan buka puasa bareng (Bukbar) merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan tatkala puasa Ramadan dijalankan.

Saling mengunjungi, berbagi gagasan, dan bertukar cerita menjadi kebiasaan yang tak luput dikerjakan dan dinantikan pada bulan suci ini.

Read More



Tahun ini, suasana Ramadan memang terasa cukup berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan dan ditetapkan di sejumlah daerah membuat warga harus mengurangi kegiatan di luar rumah.

Alhasil, aktivitas yang biasa dilakukan selama bulan puasa, banyak berubah. Contohnya, shalat tarawih yang dilaksanakan berjamaah di masjid atau mushala disarankan untuk diselenggarakan di rumah.

Lain cerita, meskipun di tengah pandemi Corona Covid-19, Dewan Pengurus Pusat Forum Ukhuwah Aceh Selatan (DPP FUAS) tetap tidak membatasi semangat ukhuwah dalam menyatukan dan mengumpulkan segenap energi positif, proaktif, dan produktif berbagai elemen para pegiat puasa di bulan suci.

Hal ini tetap dilakukan dengan tidak menyalahi aturan Pemerintah Aceh dan mengikuti kebijakan dengan tetap menggunakan masker. Juga, untuk melakukan ngabuburit dan kajian keislaman untuk tetap di rumah saja.

Tujuan ngabuburit dan Bukber DPP FUAS ini adalah landasan awal untuk membangun keakraban dan menyatukan gagasan dalam mengumpulkan berbagai solusi sesama Pengurus FUAS dengan cara menggalakkan budaya bersilaturahmi.

“Di tengah pandemi Corona Covid-19, silaturrahmi kita memang terbatas. Alhasil, berbagai kebijakan adalah tetap mematuhi anjuran pemerintah. Dengan catatan, kita semua tetap menggunakan masker dan melakukan kajian keislaman dan ngabuburit (buka puasa) tetap di dalam rumah,” kata M. Ridho Agung Ketua Umum FUAS periode 2020-2022, Sabtu (9 Mei 2020).

Ada pun beberapa poin yang wajib dilaksanakan oleh Pengurus FUAS yang bersilaturahmi adalah:

1. Tetap Physical Distancing,
2. Wajib Membawa Masker,
3. Sudah Karantina/Isolasi Mandiri selama 14 hari,
4. Tidak menerima hadirin dari luar Aceh Selatan,
5. Bersedia dirapid tes,
6. Sudah mendapat izin dari Kadus setempat.

Meskipun pandemi Corona Covid-19 berlangsung di tengah puasa Ramadan, silaturahmi ini pun tetap bisa dijalankan. Catatan pastinya adalah tetap berpedoman pada aturan social distancing yaitu dengan menggunakan masker.

“Silaturahmi ini tetap kita laksanakan meskipun di era covid-19. Namun, silaturrahmi ini tentu dilakukan dengan tetap mematuhi protekoler siaga covid-19,” tegas Ridho Agung.

Kegiatan ngabuburit dan kajian islami yang dilaksanakan di rumah salah seorang Pengurus FUAS, Air Sialang, Samadua, dipandu oleh seorang pentausiyah dan pengarang buku terkait keislaman, yaitu Ustaz Roni Haldi, LC, seorang Penghulu Muda pada KUA Kecamatan. Susoh, Aceh Barat Daya).

Tema yang diangkat adalah, “Perspektif Islam Melihat Urgensi dalam Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rohani di Era Pandemik.”

Dalam tausiyahnya, Ustad Roni Haldi menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan silaturrahmi dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di bulan suci Ramadhan. Seperti yang tercermin dan telah diimplementasikan oleh Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Ukhuwah Aceh Selatan di Samadua, Aceh Selatan.

Isi yang diulas juga berkaitan dengan kolerasi dan hubungan antara menangani Covid-19 bukan hanya persoalan medis, yaitu jaga jarak dan mengunakan masker.

Di sisi lain, Ustaz Roni Haldi, LC juga menyampaikan bahwa mengatasi pendemi ini juga dengan meningkatkan iman melalui rutinitas ibadah dan spiritualitas dalam menjalankan apa yang diperintahkan dan dijauhi oleh Allah Swt.

“Intinya kita semua wajib berikhtiar dan bertawakkal. Catatan pentingnya adalah selalu jaga imun dan tingkatkan iman,” katanya.

*Editor: Riri Isthafa Najmi FAMe*

Related posts