Ikut dalam Penyelenggaraan Webinar Series Dunia, Ini Paparan Materi dari BKPRMI Banda Aceh

  • Whatsapp

BANDA ACEH—Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kota Banda Aceh melalui Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Kesehatan Masyarakat (LPPKM) bersama Organisasi Hipokampus menyelenggarakan Webinar Series pada hari Minggu, 14 Mei 2020 melalui aplikasi Google Meet. Kegiatan Webinar Series ini diikuti oleh 91 peserta dari berbagai negara, diantaranya Malaysia, Thailand, Saudi Arabia, dan Indonesia. Webinar Series kali ini mengusung topik “Potrait of The World Condition and The New Normal due to Covid-19”.

Acara yang berlangsung selama 1,5 jam ini dimulai pada pukul 14.00-15.30 WIB. Kegiatan ini terdiri dari 2 Sesi yaitu penyampaian materi dan tanya jawab.
Acara ini dibuka oleh Seba Al-Gunaid yang berasal dari Negara Saudi Arabia, dengan memaparkan pengalaman karir dari pembicara.

Read More



Lalu, dilanjutkan oleh pemaparan materi dari pembicara yaitu, Saudara T. Andi Syahputra, selaku Aktivis Kesehatan dan Lingkungan dan juga menjabat sebagai Direktur Daerah Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Kesehatan Masyarakat BKPRMI Banda Aceh.

Saudara Teuku Andi menyampaikan bahwa di masa pandemik meskinya masyarakat lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Melihat fakta di lapangan dengan banyaknya berita bohong atau hoax terkadang dapat menimbulkan kepanikan kepada masyarakat. Sebaiknya masyarakat lebih menyaring sumber bacaan dan memilih sumber terpercaya untuk memahami dan mengikuti perkembangan penyakit Corona ini sendiri.

Kampanye dan pemberlakuan “New Normal” yang sudah diterapkan pemerintah Indonesia pada awal bulan Juni ini akan menyebabkan pro kontra, dan plus minus, yang harus diperhitungkan. Sebab hingga saat ini jumlah kasus penderita Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Namun, melihat potret dunia dengan kompaknya masyarakat untuk bertahan di rumah dan menahan diri selama beberapa minggu hingga bulan yang lalu untuk tidak melakukan kegiatan yang berlebihan di luar rumah secara masal. Akhirnya kita dapat melihat sekarang, secara grafik penderita di belahan dunia sudah berkurang, serta tidak ada penambahan kasus yang berlebihan. Hal itu dipertegas dengan perhelatan sepak bola domestik yang sudah mulai kembali diadakan di belahan bumi Eropa.

Hal itu juga di pertegas dalam sesi tanya jawab oleh salah seorang penanya dari Malaysia, Atiqah Balqis, tentang pembenaran bahwa di Malaysia tempatnya berada sekarang, masyarakat tidak berani keluar karena di setiap jalan berdiri para petugas keamanan, yang apabila melanggar akan dikenakan denda dan hukuman. Hal ini terjadi selaras dengan hadirnya setiap kebutuhan pokok oleh Pemerintah seperti makanan bagi masyarakatnya secara berkala. Sehingga bagi mereka tidak ada pilihan mati kelaparan yang seringnya digaungkan oleh masyarakat Indonesia, sebagai alasan untuk tidak bertahan karantina di rumah.

Di sesi kedua, pembicara berasal dari Malaysia, yang merupakan Penceramah dan Imam Surau As Sobirin Chandan Putri. Beliau memaparkan tentang hakikat dari penyakit Corona dalam Islam, dan bagaimana seharusnya umat menyikapi setiap kebijakan dan himbauan dari pemerintah yang bertujuan kemaslahatan umat.

Sampai saat ini pelaksanaan Ibadah Haji tahun 1441 Hijriah ini masih abu-abu, tercatat sudah ada 6 negara yang mengumumkan untuk tidak memberangkatkan jamaah dari negara nya ke Mekkah, Saudi Arabia. Hal ini juga ada wacana dari pihak pemerintahan Saudi Arabia dengan mengurangi jumlah peserta haji atau membatalkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Hal tersebut dapat dilihat dari berita yang dilansir oleh berita nasional Arab Saudi tentang penambahan kasus sebanyak 4233 orang dalam sehari.

Sebelumnya, Arab Saudi sempat mengalami penurunan kejadian baru infeksi Covid-19 di bawah 2.000 kasus selama 8 hari berturut-turut dari pekan terakhir Mei hingga 2 Juni lalu. Namun, sejak sejumlah aturan pembatasan dilonggarkan, tampaknya ada tren kenaikan lagi pada lonjakan harian kasus infeksi corona di negeri itu.

Kini, sudah 9 hari berturut-turut Arab Saudi mengalami penambahan kasus virus corona di atas 3.000 kejadian per hari.

Meskipun keputusan akan diselenggarakan ibadah haji ini masih belum jelas, di akhir sesi Ustadz Aiman, berpesan untuk selalu berdoa dan bertawakkal, sebab Allah yang membuat Corona ini ada dan tiada. Semoga kita senantiasa di jaga oleh Allah Swt. (Red)

Related posts