IMPS dan Mahasiswa Kluet Raya Kritik Penyelenggaraan Mubes HAMAS VII

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH— Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua (IMPS), Wanhar As-Salatany dan Aktivis Mahasiswa Kluet Raya, Akmal Rahmadi kompak mengaku kecewa atas sikap pengurus Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang terkesan mempermainkan penyelenggaraan Mubes HAMAS  VII.

Bagaimana tidak, masa jabatan kepengurusan HAMAS yang sesuai SK sejatinya sudah habis bulan Februari 2017 silam. Pasalnya, sampai sekarang Mubes tidak terlaksana secara normatif sesuai apa yang di harapkan.

Read More





Wanhar mengatakan pihak pengurus HAMAS sebelumnya juga sudah menjanjikan pelaksanaan Mubes HAMAS bahwasanya akan di gelar pada pertengahan bulan November 2018. Tapi faktanya itu juga tidak terjadi.

Hingga kemudian mereka menjanjikan lagi kepada para Ketua Paguyuban Kecamatan pada tanggal yang sama 15-16 pertengahan bulan Desember 2018 disebabkan desakan dari berbagai pihak, itupun nihil hasilnya.

“Bahkan, secara mengejutkan pihak HAMAS dalam tempo yang sesingkat-singkatnya membagikan undangan Mubes dengan tiba-tiba kepada seluruh Paguyuban Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dalam rentang waktu H-2, namun ada juga yang di terima oleh setiap Paguyuban H-1,” ucapnya.

Alhasil kata Wanhar, secara sepihak akan menggelar pelaksanaan Mubes pada hari Minggu besok 30 Desember 2018 tanpa adanya transparansi informasi publik kepada seluruh mahasiswa Aceh Selatan serta juga dalam melakukan koordinasi secara intens dengan para Ketua Paguyuban Kecamatan.

“Ini pembodohan publik, pihak HAMAS sudah mencederai dan mencoreng roda organisasi yang pada prinsipnya hal-hal yang substansial ini tidak terjadi. Saya menilai ada indikasi lain yang representasinya sarat akan kepentingan pihak HAMAS. Idealnya, Mubes HAMAS ini sejatinya mesti dilakukan secara profesional dan proporsional sebagaimana tupoksi yang diterapkan dalam amanat AD/ART HAMAS,” tegas Wanhar.

Padahal, sebelumnya kami para Ketua Paguyuban Kecamatan sudah sangat menghargai pihak HAMAS dengan melakukan langkah persuasif. Pun demikian, melakukan audiensi dengan pihak HAMAS terkait penyelenggaraan Mubes HAMAS VII ini.

“Mereka terkesan mangkir dengan tidak serius dalam merespon permasalahan, sehingga langkah konkret itupun tidak berhasil,” pungkas Wanhar yang juga mantan Gubernur Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry periode 2015-2016.

Wanhar menambahkan, “Jangan kemudian, pihak HAMAS tidak netral dalam menyelenggarakan Mubes dan ada upaya untuk mendiskrimanasi Paguyuban Kecamatan yang menginginkan keadilan,” Cetus Wanhar yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banda Aceh.

Wanhar mengecam atas tindakan panitia HAMAS yang sudah salah kaprah dalam menjalankan roda organisasi yang esensinya bersifat kekeluargaan. Sejatinya mereka tidak menafikan jalur koordinasi yang jelas terhadap Paguyuban Kecamatan dalam mengambil setiap kebijakan, karena akan berakibat destruktif terhadap transformasi HAMAS kedepan.

“Dengan demikian, siapapun yang diamanahkan untuk menjalankan roda organisasi HAMAS ini kedepan, kiranya perlu pencerdasan terhadap hal-hal semacam ini supaya tidak Coe Ujoeng,” tutupnya.

Sementara Aktivis Mahasiswa Kluet Raya, Akmal Rahmadi menambahkan bahwa Mubes HAMAS yang akan dilaksanakn minggu pagi 30 Desember 2018 itu sudah dipolakan yg bersifat kepentingan sepihak, ini tentu kesalahan mendasar sehingga peran pengurus dan panitia HAMAS sangat tidak fair.

“Pokoknya itu bernuansa kepentingan pihak pengurus HAMAS sekarang. Sehingga pihak oposisi sedikit dirugikan.Kita berharap MUBES HAMAS ini tidak berimbas ke kepentingan PAS. Kita juga ingin mubes HAMAS ini adalah murni kepentingan mahasiswa aceh selatan,” tegas aktivis mahasiswa Kluet Raya.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah Aceh Selatan, apa yang terjadi hari ini tidak akan terulang kembali di Pengurus terpilih nantinya,” harapnya.

Penulis: Riri Isthafa Najmi

Related posts