Jelang New Normal, Pemerintah Bireuen Diminta Alokasikan Anggaran untuk Dayah

  • Whatsapp

BIREUEN—Jelang rencana pemerintah untuk memberlakukan New Normal (kenormalan baru) –memulai aktivitas kehidupan masyarakat—di tengah pandemic covid-19, pemerintah kabupaten Bireuen diminta untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di semua lini kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pendidikan.

Di sektor pendidikan, khsususnya pesantren atau di Aceh lebih dikenal dengan istilah dayah, pasca lebaran Idul Fitri 1441 H, para santri kembali akan memulai proses pendidikan di dayah-dayah tersebut.

Read More



Kondisi ini tentunya sangat beresiko dan dapat memicu tumbuh-kembangnya sebaran covid-19 jika tidak disiasati dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah dukungan alokasi anggaran yang memadai dari pemerintah untuk peningkatan fasilitas dan kesejahteraan para pelaku pendidikan, lebih-lebih di tengah wabah covid-19.

Demikian antara lain diungkapkan anggota DPRK Bireuen dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Sulaiman (USM), pada Kamis (28/5/2020) sore, menyikapi rencana pemberlakuan New Normal oleh pemerintah.

USM menambahkan, dukungan pemerintah daerah ini harus dilakukan secara maksimal dalam upaya menangkal penyebaran covid-19 khususnya di lingkungan dayah, baik sebelum, saat, dan setelah para santri dan guru –pengelola pendidikan– kembali ke dayah-dayah.

Sebelum para santri masuk kembali dayah misalnya, pemerintah harus memfasilitasi tes massal bagi santri dan guru, serta tenaga kependidikan, guna memastikan semua yang akan kembali ke dayah bebas dari covid-19, USM merincikan.

Berikutnya, pemerintah juga perlu memberikan edukasi terkait pencegahan penyebaran covid-19, memastikan tersedianya berbagai sarana yang layak di dayah, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, tempat wudu, hingga masjid/ musala dan fasilitas cuci tangan, masker, penyediaan/ penyemprotan disinfektan, dan lainnya, yang mesti memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Kita minta pemerintah Bireuen untuk benar-benar memastikan proses belajar-mengajar di dayah berlangsung aman, nyaman, tertib, dan sesuai protokol kesehatan sehingga orang tua/ wali santri juga tidak merasa khawatir,” pinta USM yang juga ketua DPC PKB Bireuen.

Di samping itu lanjut USM, kesejahteraan para guru juga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah Bireuen sehingga mereka lebih termotivasi dan focus dalam mendidik generasi.

“Saya kira gure-gure (guru-guru-red) di dayah, khususnya di Bireuen ini punya peran besar yang berdampak signifikan dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini. Melalui pendekatan agama yang diajarkan dan doa-doa yang mereka panjatkan setiap saat, Insya Allah Bireuen akan bebas dari covid-19,” pungkas USM yakin.[Farizal]



Related posts