Kasus Corona Masuk Zona Hijau, Abu Rani Harap Pemerintah Aceh Kembalikan Anggaran Dayah

  • Whatsapp

ACEH BARAT– Menyusul ditetapkannya Aceh sebagai daerah zona hijau perkembangan kasus corna oleh juru bicara pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto beberapa waktu lalu memberi harapan baru bagi ulama dayah di Aceh.

Pasalnya anggaran dayah yang direfokusing oleh pemerintah Aceh pada Dinas Pendidikan Dayah senilai Rp. 205 Milyar bisa dikembalikan ke post anggaran semula.

Read More



Tgk. H. Abdurrani Adian pimpinan Dayah Darul Huda Aceh Barat kepada media ini mengatakan bahwa dirinya selama ini menerima keluhan para pimpinan dayah di Aceh Barat yang mengeluh tentang anggaran yang dipotong, sementara persyaratan administrasi sudah dilengkapi sesuai yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah Aceh menjadi teladan penanganan corona, kami berharap pemerintah kembalikan anggaran dayah, karena para abu-abu juga sudah mempersiapkan berkas, termasuk tanda tangan gambar”. Ujarnya

Abu Rani menambahkan bahwa anggaran pembangunan dayah yang telah dianggarkan oleh pemerintah Aceh pada tahun 2020 sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dayah di Aceh, apalagi katanya pemerintah sedang mempersiapkan skema New Normal artinya semua lembaga pendidikan termasuk dayah/balai pengajian akan kembali aktif.

“Insya Allah setelah lebaran, kita akan kembali menerima santri baik yang lama maupun yang baru, jadi bangunan dayah sangat kita butuhkan”. Katanya
[29/5 16.24] Misral Yusuf: Aceh Masuk Zona Hijau Corona, Abu Rani Harap Pemerintah Aceh Kembalikan Anggaran Dayah

Meulaboh – Menyusul ditetapkannya Aceh sebagai daerah zona hijau perkembangan kasus corna oleh juru bicara pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto beberapa waktu lalu memberi harapan baru bagi ulama dayah di Aceh.

Pasalnya anggaran dayah yang direfokusing oleh pemerintah Aceh pada Dinas Pendidikan Dayah senilai Rp. 205 Milyar bisa dikembalikan ke post anggaran semula.

Tgk. H. Abdurrani Adian pimpinan Dayah Darul Huda Aceh Barat kepada media ini mengatakan bahwa dirinya selaku Ketua MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Kabupaten Aceh Barat selama ini menerima keluhan para pimpinan dayah di Aceh Barat yang mengeluh tentang anggaran yang dipotong, sementara persyaratan administrasi sudah dilengkapi sesuai yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah Aceh menjadi teladan penanganan corona, kami berharap pemerintah kembalikan anggaran dayah, karena para abu-abu juga sudah mempersiapkan berkas, termasuk tanda tangan gambar”. Ujarnya

Abu Rani menambahkan bahwa anggaran pembangunan dayah yang telah dianggarkan oleh pemerintah Aceh pada tahun 2020 sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dayah di Aceh, apalagi katanya pemerintah sedang mempersiapkan skema New Normal artinya semua lembaga pendidikan termasuk dayah/balai pengajian akan kembali aktif.

“Insya Allah setelah lebaran, kita akan kembali menerima santri baik yang lama maupun yang baru, jadi bangunan dayah sangat kita butuhkan”. Katanya.[red]

Related posts