Ketua IKAN : Kita Harus Bersatu dan Komitmen Melawan Corona

  • Whatsapp

BANDA ACEH—-Kita harus bersatu dalam menghadapi wabah pandemi Virus Corona yang sangat berbahaya dan telah memberikan dampak yang luar biasa baik dari segi kesehatan, ekonomi, bisnis, sosial dan politik. Untuk itu maka semua pihak dituntut untuk mengokohkan persatuan, terutama kalangan pemerintah, tim medis, ulama, relawan, dan masayarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) yang selaku relawan Gerakan Bantu Tim Medis Aceh (GBTMA), Syahrul Maulidi SE MSi kepada santerdaily.com, Senin (20/4/2020).

Read More



Menurutnya saat ini tidak fair juga kalau kita hanya menyalahkan masyarakat dengan berbagai tudingan seperti masyarakat bek tungang (jangan bandel), masyarakat gak peduli, dan lain sebagainya.

Kalau saya melihat, sebutnya lagi, kenapa masyarakat jadi seperti itu, bisa saja masyarakat tidak taat dengan imbauan karena pemerintah sendiri tidak komitmen dan tidak taat dengan imbauannya sendiri.

Dia mencontohkan, sekarang coba kita lihat di Aceh saat ini…maaf aja saya sampaikan orang-orang yang terlibat dalam penanggulangan Covid 19 ini aja baik dari unsur pemerintah, para relawan, dan lain-lain, mereka sendiri kadang-kadang untuk pakai masker saja malas.

Lanjut Syahrul, kemudian coba kita lihat lagi situasi di posko satgas dan gugus tugas covid 19 baik di tingkat provinsi maupun sampai ke tingkat gampong protokol dan himbauan _Social dan Physical Distancing_ tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Sekali lagi maaf contoh yang terjadi beberapa malam lalu pada saat ada razia warkop dan rapid test dilakukan terhadap pengunjung warkop di situ terlihat begitu banyak orang dari tim gugus covid 19 yang hadir dan berkumpul.

“Hal-hal seperti inikan malah jadi memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat Sementara pemerintah menuntut masyarakat untuk taat dengan imbauan. Pertanyaannya memang para petugas ini bebas dari Virus Corona kan nggak juga,” gugatnya.

“Kemudian hasil rapid test katanya negatif semua apa gak timbul euforia lagi bagi masyarakat yang suka nongkrong di warkop. Padahal kita tahu rapid test itu hasilnya sangat tidak terlalu akurat. Jadi khawatirnya mereka yang negatif dari hasil rapid test merasa sudah aman padahal ada kategori OTG (Orang Tanpa Gejala),” Syahrul mengingatkan.

“Saat ini kita semua sepakat bahwa kita sedang berjihad menghadapi sesuatu yang nyata namun tidak terlihat,” tegasnya.

“Jadi dalam hal ini saya selaku masyarakat punya peran sebagai sosial kontrol. Marilah sama-sama kita fokus, saling mendukung tentu dengan harapan agar pemerintah Aceh, masyarakat, ulama, tim medis, relawan dan kita semua harus komitmen atas himbauan dan satu pemahaman dalam upaya penanggulangan Virus Corona (Covid-19) di Aceh baik dari segi ucapan maupun perbuatan,” tutupnya.[]

Related posts