Literasi di SDN Lambada Klieng

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Pada Selasa, 19 Februari 2019, kegiatan literasi dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda, yaitu SDN Buengcala, SDN Lambaro Angan, dan SDN Lambada Kleng.

Baca juga : 

Read More





Saya sebagai Tim III Literasi Aceh besar mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan literasi di SDN lambada Klieng.

Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah yang hancur diterjang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004, namun keadaan sekarang sudah sangat memadai hingga kita lupa bahwa kedahsyatan tsunami pernah menerjang sekolah tersebut.

Senyum ramah kepala SDN Lambada Kleng Dra. Nurul Akrama menyambut saya.

Beliau mempersilakan saya masuk ke ruang tamu yang bersebelahan dengan ruang guru. Sambil menunggu teman yang satu im dengan saya, Rusydi, S.Ag, beliau juga koordinator tim literasi Disdikbud Aceh Besar.

Saya berbincang-bincang beberapa hal dengan ibu kepala sekolah. Beliau bercerita bahwa sekolah tersebut masih kekurangan tenaga pengajar yang PNS sampai dengan strategi cara mengatasi siswa yang lambat membaca.

Sekitar satu jam berlalu, handphone saya berdering, rupanya dari anggota tim saya Pak Rusydi, S.Ag, beliau mengatakan bahwa sedang bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Dr. Silahuddin, M.Ag di SDN Lambaro Angan, beliau menyarankan agar kegiatan segera dimulai.

Saya beserta beberapa orang guru SDN Lambada Klieng menuju ke ruang KKG sekolah tersebut.

Para siswa pun memenuhi ruangan yang terletak di lantai II sekolah ini. Kegiatan hari ini diikuti oleh 120 siswa dari kelas IV dan V, yang terdiri dari empat rombel yaitu kelas IVa, IVb, Va dan Vb dengan didampingi oleh wali kelasnya. Saya langsung menyapa siswa yang sudah hadir dan memberikan beberapa motivasi kepada mereka. 10 menit kemudian teman satu tim saya hadir, beliau memberitahu bahwa Pak Kadis akan segera hadir.

Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Sekolah SDN Lambada Kleng, beliau mengajak siswa SDN Lambada Klieng untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

Selesai kepala sekolah memberikan arahan, Bapak Kadisdikbud Aceh Besar tiba di ruangan kami.

Beliau memaparkan “bila ingin jadi orang hebat maka harus menulis, untuk mendapatkan gelar S1 harus menulis skripsi, S2 menulis tesis, hingga S3 harus buat disertasi.

Beliau juga menambahkan bahwa setiap ingin naik ke level yang lebih tinggi, berarti kita harus menulis, siswa mendengarkan dengan penuh semangat.

Setelah menyampaikan beberapa motivasi ke siswa Pak Kadis meminta izin kepada kami untuk melanjutkan tugasnya ke tempat lain.

Bapak Rusydi, S,Ag melanjutkan acara dengan memberikan pengetahuan kepada siswa tentang literasi dalam arti yang luas, yang bisa ditemukan dalam kegiatan sehari-hari, sehingga merubah mindset siswa bahwa menulis itu sulit.

Kemudian saya sendiri menjelaskan secara lebih rinci tentang beberapa macam karya tulis yang dapat dipilih siswa untuk memulai menulis dan cara menulis cerpen sesuai dengan ciri-cirinya.

Namun sedikit kendala hari ini, lampu padam di wilayah Lambada Klieng sehingga materi yang telah disiapkan tidak bisa ditayangkan melalui in focus. Jadi hanya berupa penjelasan secara lisan.

Akan tetapi tidak mengurangi semangat siswa dalam mengikuti kegiatan ini.

Kemudian siswa mulai menulis sesuai dengan cerita pilihannya sendiri. Hasil yang didapat hari ini ada banyak siswa yang sudah mampu menghasilkan karya tulis, diantaranya “ Berkunjung ke Pulau Weh” karya Acinta Humaira, kelas Va ,“Teman Terbaik” karya Wilda Ufia Nafisah, kelas Va dan masih banyak lagi.

Beberapa siswa mempresentasikan hasil karyanya di depan teman-teman dengan percaya diri. Karya siswa yang belum sempurna hari ini akan dibimbing kembali oleh Tim Literasi Sekolah yang nantinya akan dijadikan sebuah buku ber-ISBN.

Demikian hasil kegiatan kami hari ini dalam mencari bibit-bibit penulis dari anak negeri. Semoga bisa menghasilkan kaya yang menginspirasi.

Penulis : Sri Afriani, S.Pd

Related posts