M-Pustika Diskominfotik, Corong Diseminasi Informasi Masyarakat Kota Banda Aceh

  • Whatsapp
  • Ket Foto : Foto Mobil Pustika Diskominfotik Banda Aceh saat berada di Pasar Peunayong sebelum direlokasi

Banda Aceh | “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, para pedagang dan warga Kota Banda Aceh sekalian yang kami muliakan, sehubungan dengan telah selesainya pembangunan Pasar Ikan Terpadu di Kawasan Gampong Lamdingin, maka terhitung mulai tanggal 15 Juni 2020, aktifitas perdagangan di Kawasan Pasar Ikan Peunayong seluruhnya akan dipindahkan.”

Suara lelaki itu terdengar nyaring dari corong toa sebuah mobil biru. Mobil bertuliskan ‘Kementerian Komunikasi dan Informatika RI’ dengan Moto ‘Menuju Masyarakat Informasi Indonesia’ itu tampak megah dan perkasa diantara beberapa mobil dinas lainnya.

Read More



Bersanding dengan mobil Polresta, Satpol PP dan WH serta mobil Dinas Perhubungan, tak menurunkan kharismanya sebagai pemberi informasi kepada masyarakat. Di bawah koordinasi Pemerintah Kota Banda Aceh, mobil ini turut membantu penyebaran informasi relokasi Pasar Peunayong ke lokasi baru di Pasar Gemilang Lamdingin.

Ya, dialah mobil M-Pustika atau Mobil Pusat Teknologi Informasi Komunitas milik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh. Mobil yang menjadi satu dari sekian banyak wadah Pemko Banda Aceh menyampaikan informasi kepada masyarakat di setiap sudut kota.

Dilengkapi dengan pengeras suara, ginset dan juga infokus portable hibah dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Tahun 2016 lalu, M-Pustika selalu hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan informasi terkini.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Bustami SH mengatakan M-Pustika sudah empat tahun membantu Pemerintah Kota Banda Aceh menyebarkan informasi ke masyakat secara langsung dengan mengunakan pengeras suara dan juga televisi fortabel.

“Kita berharap Mobil Pustika dapat membatu penyebaran informasi secara massif dengan tidak mengabaikan kearifan local yang ada di Kota Banda Aceh,”ujarnya saat dijumpai diruangannya, Rabu (17/6/20)

Meski di era 4.0 ini masyarakat sudah lihay menggunakan gadget, tak memudarkan semangat M-Pustika untuk memberikan informasi yang merata kepada warga Kota Banda Aceh. Setiap peraturan wali kota dan forkopimda tak luput dari perhatiannya.

Tak jarang, reporter dan sopir M-Pustika menjadi sasaran curahan perasaan para pedagang relokasi maupun masyarakat umum.

“Pernah ketika sedang siaran keliling, didatangi pedagang yang mau direlokasi mereka curhat tentang keluhan-keluhan yang mereka rasakan,” jelas Syahreza selaku reporter.

Hal yang sama juga turut disampaikan oleh Nazira yang juga merupakan reporter M-Pustika. Ia menjelaskan bahwa masyarakat selalu menunggu kedatangan M-Pustika untuk mendengar informasi apa yang ajan disampaikan.

“Kalau pergi ke pasar atau di lokasi ramai, masyarakat sudah menunggu kira-kira informasi apa yang akan kita sampaikan hari ini,”ujar perempuan yang akrab disapa Zie.

Biasanya, M-Pustika menyiarkan informasi keliling Kota Banda Aceh, dua orang sopir yaitu Ratno dan Syahrialselalu bergantian menemani perjalanan M-Pustika. Biasanya mereka akan secara bergantian melakukan siaran keliling menyampaikan pemberitaan terkini kepada masyarakat kota.

Selain itu, M-Pustika juga banyak membantu diseminasi informasi SKPD baik dalam pemerintahan Kota Banda Aceh atau Pemerintah Aceh.

Mobil Pustika Diskominfotik sangat meungkin untuk melakukan siaran keliling dan masuk ke gampong- gampong (Desa) untuk meyebarkan informasi terbaru untuk Warga Kota Banda Aceh.[]

Related posts