MPA Bahas Pembelajaran Covid 19 Pada New Normal

  • Whatsapp

Banda Aceh– Majelis Pendidikan Aceh (MPA) merespon pandemi Covid-19 yang belum mendapat kepastian kapan berakhir dan himbauan untuk membiasakan diri dengan situasi normal baru (new normal), termasuk kesiapan sekolah, madrasah dan dayah dalam menyambut tahun pelajaran baru yang dimulai pada 13 Juli 2020.

Pembahasan pembelajaran covid 19 pada new normal ini dilakukan dalam silaturrahmi MPA dengan Asisten 1 Pemerintah Aceh, M Jafar, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El Madny, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD, dan Pelaksanas Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi Kasim. Pada Selasa, (9/6) di Sekretariat MPA Provinsi Aceh.

Read More



“Ini pertemuan silaturrahmi MPA dengan pemangku kepentingan pendidikan di Aceh untuk membahas persiapan Pemerintah Aceh dalam membahas pembelajaran tahun ajaran 2020/2020. Pertemuan seperti ini, akan terus kita gulirkan setiap waktu, supaya proses pembelajaran pada masa covid 19 pada new normal dapat berlangsung maksimal, baik secara daring (online) maupun during (offline)” Ujar Ketua MPA, Profesor Abdi A Wahab, dalam pembukaannya.

Menurut Abdi, pendidikan salah satu sektor keistimewaan Aceh, untuk itu diperlukan gagasan cepat dalam menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi oleh lembaga penyelenggara pendidikan di Aceh.

Hal ini, diperkuat oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Sekretaris Daerah Aceh, M Jafar. Menurutnya pembelajaran masa covid 19 ini, perlu dibahas secara kontiu sampai pandemi ini berakhir. Penanganannya harus lebih bagus dari provinsi lain di Indonesia, karena Aceh memiliki keistimewaan dalam pendidikan.

“Pertemuan seperti ini perlu dilanjutkan, supaya setiap kebijakan Pemerintah Daerah memiliki banyak solusi-solusi alternatif untuk kita teruskan kepada tim Gugus Tugas Nasional. Sekarang, kita perlu perkuat data dan identifikasi kendala dalam proses belajar dari rumah, rencana rapid test pada semua lembaga pendidikan yang direncanakan secara matang, yang lebih penting Bupati/Walikota harus dilibatkan dalam setiap pembahasan mengenai pendidikan Aceh secara umum” Kata M Jafar, dalam akhir pertemuan silaturrahmi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El Madny. Ikut serta memberikan masukan untuk proses pembelajaran masa covid 19 ini. “Sebenarnya pendidikan dayah sudah masuk dalam situasi normal baru, Plt Gubernur Aceh melalui surat tertanggal 28 Mei 2020 telah menginformasikan kepada dayah-dayah agar pembelajaran bisa dimulai dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya bekerjasama dengan Puskemas”, ujar Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny.

Menurut Usamah, santri-santri dari luar daerah untuk sementara tidak diterima dulu. Dinas Pendidikan Dayah sudah menyiapkan dua protokol. Pertama, protokol yang harus diikuti ketika santri berangkat dari rumah ke dayah. Misalnya, jika seorang santri demam mereka tidak boleh datang ke dayah. Kedua, protokol ketika santri berada di dayah, mereka akan diperiksa kesehatan, memiliki minimal lima masker dan memakainya. Demikian pula setiap ruang dan lingkungan harus diperiksa. Dalam hal ini Pemerintah Aceh siap memberi bantuan untuk memfasilitasinya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Aceh, telah memiliki protokol kesehatan untuk tanggal 13 Juli 2020. “Dinas Pendidikan telah memiliki protokol kesehatan. Kita akan rilis SOP nantinya tentang proses belajar mengajar daring (online) atau during (offline) pada masa pandemi covid 19 ini” Rachmat Fitri HD.

Pelaksanas Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, juga ikut menyoroti tentang penting kebersihan bila sekolah nanti aktif kembali. Hikmah besarnya adalah adalah kebersihan, baik kebersihan fisik maupun kebersihan jiwa. “Kita mengambil hikmah dari wabah korona ini, walaupun ada berita simpang siur tentang wabah ini sehingga sebagian kita bingung bagaimana menghadapinya, namun kita dapat mengambil hal-hal yang kita anggap benar. Paling tidak ada hikmah dan pelajaran bahwa sekarang maksiat berkurang, kecelakaan lalu lintas berkurang, jamaah di mesjid lebih tertib, misalnya tidak ada orang yang batuk-batuk ketika shalat jamaah” Kata Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi Kasim.

Acara silaturrahmi dengan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan Aceh, ikut juga di hadiri oleh plt kepala sekretariat, Zuhri beserta staf dan sejumlah pengurus Majelis Pendidikan Aceh, seperti, Drs Said Mustafa, Drs Irhamuddin, Dr Nazamuddin, Profesor Murniati, Dr Rusli Yusuf, Drs Syaiful Bahri M.Pd, Dr Sofyan A Gani, Dr Ajidar Matsyah, Profesor Husni, Profesor Syamsul Rizal, Dr Mukhlisuddin Ilyas, Dra Naimah Hasan, Profesor Rinaldi dan Dr Ismail.[]

Related posts