Mukam Zahri Khatib Salat I’ed di Pulo Aceh

  • Whatsapp

ACEH BESAR—Jamaah salat I’ed Masjid Nurul Huda, Desa Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh merasa cukup puas dengan materi khutbah yang disampaikan oleh Ustaz Mukam Zahri S.Ag. selaku Penyuluh Agama yang telah lama bertugas di kecamatan tersebut.

Dalam penyampaian khutbahnya, khatib membahas isu terkini dengan tema “Hikmah Puasa Disaat Covid-19”. Menurutnya, salah satu tujuan dari hasil puasa adalah menjaga mulut dan lidah untuk tidak mudah makan apapun, dan jangan asal bicara tentang keburukan orang lain. Hal ini sesuai dengan ayat Alquran pada surat Alhujurat:_la yaskar qauman min qaumin_ .

Disaat kita berpuasa tidak boleh mengolok-olok orang lain. Demikian juga setelah puasa, jangan selalu melihat keberukan orang lain.

Makanya dengan adanya wabah corona harus tutup mulut pakai masker. Artinya orang beriman tidak selalu makan walaupun makanan itu halal.

Ia mengajak jamaah untuk mengingat fakir miskin, yang terkadang tidak pernah makan sama sekali. Demikian juga hasil dari ujian puasa, jangan berbicara untuk orang lain. Sebaliknya, lebih baik berzikir dan baca Quran.

Puasa dapat kita tahan makan dan minum selama empat belas jam, maka sepatutnya harus tahan lidah dari ujaran kebencian dan menyalahkan orang lain.

Mukam Zahri yang juga Ketua Kelompok Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar merupakan sosok yang sudah berpengalaman di Pulo Aceh. Kiprahnya telah lama dikenal oleh masyarakat setempat. Karena rutinitasnya memberikan bimbingan dan penyuluhan sehingga Ustaz Mukam Zahri berhasil meraih prestasi sebagai penyuluh teladan tingkat Provinsi Aceh.

Untuk diketahui, Kecamatan Pulo Aceh termasuk dalam kategori terluar dan tertinggal, yang terdiri atas dua pulau, yaitu Pulau Beras dan Pulau Nasi dengan jumlah 17 gampong.

Abu Teuming

Related posts