Pemuda Kota Banda Aceh Bentuk Forum Pecinta Masjid 

  • Whatsapp

BANDA ACEH—Ide mendirikan Forum Pecinta Masjid ini berawal dari group media sosial yang beranggotakan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan jamaah Masjid di wilayah Banda Aceh yang diberi nama Grup Mesjid. Kamis,( 7/5/2020).

Tujuan utamanya yaitu untuk menjalin dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar pengurus BKM pada khususnya dan umat Islam pada umumnya.Grup Media sosial ini sudah terbentuk awal Juni 2016 yang lalu yang di koordinir oleh Afrizal. Grup ini berisi informasi-informasi mengenai kegiatan mesjid yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Namun seiring berjalan waktu menurut afrizal, terkadang banyak kita lihat fenomena-fenomena dalam mesjid yang berimbas pada kekecewaan jamaah. Salah satu contoh kita lihat pada jamaah shalat, baik itu jamaah shalat fardhu maupun jamaah shalat sunat.

Banyak kita dapati mesjid-mesjid yang imam shalatnya kurang sempurna dalam bacaan quran,mungkin di desa-desa atau di tempat-tempat tertentu imam shalat terbatas,hal itu bisa kita maklumi bersama,mengingat terkadang potensi yang bisa menjadi imam didaerah-daerah tertentu sangat minim.

Akan tetapi, terkadang banyak juga kita dapati mesjid di daerah atau di desa- desa yang didalamnya banyak potensi imam muda yang tidak diberdayakan, mungkin ada sebagian imam-imam yang yang umurnya lebih senior beranggapan saya lebih senior imam di gampong.wallahua’lam.

Contoh lainya menurut afrizal mengenai manejemen pengurus mesjid, ada mesjid-mesjid yang membentuk pengurusnya tanpa adanya musyawarah yang melibatkan unsur-unsur jamaah didalamnya,membentuk pengurus hanya dengan mengandalkan musyawarah pemerintahan gampong.

Sebenarnya pemilihan pengurus mesjid harus mengikutsertakan jamaah yang luas sebagimana yang tercantum dalam keputusan dirjen bimbingan islam nomor DJ II/802 Tahun 2014 tentang standar manajemen mesjid.

Akan tetapi banyak kita dapati memilih pengurus mesjid hanya dilakukan oleh pemerintahan gampong tanpa melibatkan unsur-unsur jamaah mesjid,maka yang sering terjadi pengurus orang-orang pilihan yang disenangi oleh aparatur pemerintah gampong saja, adakalanya kadang jamaah tidak setuju,karena bukan orang ahlinya mengurus mesjid.

Ketidaksinkrongan antara pemerintahan gampong dan jamaah mesjid ini membuat gesekan-gesekan dalam jamaah khususnya dan masyarakat umumnya. Padahal bersatunya remaja,pemuda,masyarakat dalam suatu gampong sangat dipengaruhi oleh mesjid.Hal inilah membuat beberapa anggota grup mesjid dimedia sosial berinisiatif membentuk satu forum tempat menampung aspirasi jamaah mesjid khususnya yang ada di Aceh.

Pertemuan-pertemuan kecil sering di Adakan di Mesjid- mesjid yang ada di Banda Aceh setelah shalat rawatib. Namun semalam setelah safari Terawih di salah satu mesjid di Banda Aceh, beberapa perwakilan remaja,pemuda, jamaah dan juga dihadiri oleh salah seorang Da’i kota Banda Aceh yaitu Ust.Bukhari M.Ali,S.Ag mengadakan musyawarah perdana yang diadakan di salah satu warkop di Banda Aceh yang dikoordinir oleh Ust.Afrizal Rabu, 6 April 2020. Melalui musyawarah kemudian disepakati untuk membuat suatu forum yang diberi nama Forum Pecinta Mesjid (FPM) Aceh.

“Tujuan pembentukan forum ini adalah untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, meningkatkan potensi dan fungsi Masjid, meningkatkan potensi dan pemberdayaan umat Islam dalam sektor Ekonomi, Sosial dan Kemasyarakatan, serta menjalin kerjasama program antar masjid secara lokal dan nasional dengan tetap menjalin komunikasi melalui MPU,BKPRMI ataupun Dewan Kemakmuran Mesjid Aceh,” ungkap Afrizal, tokoh muda Banda Aceh.

Hal-hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu antara lain akan membentuk kepengurusan inti yang formal, merencanakan program-program kedepan, dalam waktu dekat ini mungkin lebih banyak mengarah pada program-program sosial,seperti pembagian sembako penangganan covid19 kepada jamaah yang kurang mampu,menyantuni anak-anak yatim serta program peduli Qurban untuk desa-desa terpencil.

Untuk pertemuan selanjutnya akan mengagendakan pengukuhan kepengurusan dan divisi-divisi organisasi serta pembacaan program kerja dari setiap divisi. Selanjutnya pertemuan forum ini akan dilaksanakan berpindah-pindah dari masjid ke masjid.

“Mudah-mudahan forum ini terus maju berbuat untuk kemaslahatan umat di negeri ini.” tutup Afrizal, warga Peunyerat Banda Aceh itu.

Related posts