POLDA Kejar Koruptor Dana Beasiswa

  • Whatsapp

Foto : ilustrasi.

SANTERDAILY.COM |—–Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh tidak akan pandang bulu untuk menangkap para tikus kantor yang mencuri uang rakyat atas nama paket beasiswa bantuan pendidikan pemerintah Aceh tahun 2017.

Read More





Ungkapan penuh percaya kepada institusi penegak hukum tersebut disampaikan Ketua Fokus GEMPAR, Sirathallah kepada media ini.

“Saya sangat percaya kepada POLDA Aceh, sebelum 2020 akan ditangkap koruptor dana beasiswa Aceh,” ujarnya.

Sebegaimana pernah diberitakan sebelumnya bahwa penyaluran bantuan tersebut sarat masalah dan terindikasi korupsi. Hasil temuan Inspektorat Aceh menyebutkan mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut berasal dari usulan 24 Anggota DPRA dan ada yang mengajukan permohonan secara mandiri.

Jumlah yang diusulkan dewan dan permohonan mandiri mencapi 938 orang, terdiri 852 usulan dewan, dan 86 secara mandiri.

24 anggota DPRA yang mengusulkan tersebut antara lain Iskandar Usman Al Farlaky sebesar Rp 7,930 miliar dengan 341 calon pemerima, Dedi Safrizal Rp 4,965 miliar untuk 221 orang, Rusli Rp 1,045 miliar untuk 42 orang, M Saleh Rp 1,470 miliar untuk 54 orang, Adam Mukhlis Rp 180 juta untuk 8 orang, Tgk Saifuddin Rp 500 juta untuk 19 orang, Asib Amin Rp 109 juta untuk 8 orang, T Hardarsyah Rp 222 juta untuk 10 orang, Zulfadhli Rp 100 juta untuk 4 orang, Siti Nahziah Rp 120 juta untuk 9 orang, Muhibbussubri Rp 135 juta untuk 21 orang. Selanjutnya Jamidin Hamdani Rp 500 juta untuk 16 orang, Hendriyono Rp 204,7 juta untuk 25 orang, Yahdi Hasan Rp 534,4 juta untuk 18 orang, Zulfikar Lidan Rp 90 juta untuk 3 orang, Amiruddin Rp 58 juta untuk 2 orang, Ummi Kalsum Rp 220 juta untuk 9 orang, Jamaluddin T Muku Rp 490 juta untuk 14 orang, Muhibbussabri Rp 440 juta untuk 13 orang, Sulaiman Abda Rp 375 juta untuk 6 orang, Muharuddin Rp 50 juta untuk 2 orang, Asrizal H Asnawi Rp 80 juta untuk 2 orang, Azhari Rp 130 juta untuk 4 orang, Musannif Rp 30 juta untuk 1 orang dan terakhir Non Aspirator Rp 2,317 miliar untuk 86 orang.

” Dana tersebut sangat berpotensi ditilep apalagi menjelang pemilihan legislatif saat dan berbagai kepentingan keuangan lainnya yang sangat berpotensi dimanfaatkan kearah sana,” ujar Sirath.

Ia berharap kepada penegak hukum dibawah pimpinan Kapolri Idham Azis, dapat bekerja cepat dan tegas terutama dalam hal mengejar dan menangkap para koruptor.[ril].

Related posts