Ramadan, Mencari Jalan Pulang

  • Whatsapp

Oleh: Hj.Darliana,S.Ag,M,Ag

RAMADAN DARING—Bismillah, Biiznillah tanpa terasa hari ini sudah memasuki ramadan yang ke 23. Ya Allah beri kami kesempatan untuk menyelesaikannya dan meraih kemenangan menjadi hambaMu yang bertaqwa hingga kembali fitrah.

Read More



Beberapa hari ini kita mendengar saudara, tetangga, teman, dan orang tua dari sahabat kita telah berpulang menghadap sang khaliq, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun””Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya tempat kembali”Al-Baqarah:156.
Semua kita berasal dari Allah Swt. hidup karena Allah dan akan kembali kepada Allah.

Menurut penulis mereka yang berpulang dalam bulan ramadan adalah orang-orang yang dipilih, mereka kembali dalam keadaan husnul khatimah, Aamiin.

Hidup kita di dunia ini hakikatnya adalah sebuah perjalanan untuk mencari jalan pulang yang benar menuju kampung akhirat. Dunia hanya singgahan tempat untuk mencari sebanyak-banyaknya bekal untuk mudik kita.

Mudik juga mengingatkan, bahwa kita semua akan kembali ketempat akhir muara kita yaitu kampung akhirat. Bila ajal telah tiba tak kuasa manusia berkat-kata. Semua manusia akan kembali kepadaNya.

Mudik ke akhirat tak mengenal waktu dan usia. Dia tidak menunggu waktu harus sakit dulu atau menunggu tua dulu, dimanapun bila ajal tiba. Maka saat itulah malaikat datang menjemputnya.

“Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).”.(Q.S.6:2).

Jika demikian, kematian bukan suatu yang perlu ditakutkan. Yang perlu dipersiapkan adalah bekal, oleh-oleh yang akan kita bawa untuk perjalanan yang menyenangkan itu. Apa bekal terbaik yang harus kita bawa? bekal terbaiknya adalah taqwa. Karena ketaqwaan adalah predikat terbaik manusia.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan pertanggungjawaban besar.

Perjalanannya tidaklah selalu indah, kadang berlubang, terjal dan berbatu, Maka, dibutuhkan kekuatan dan fokus untuk terus berada di jalan kebenaran. Kita butuh lingkungan dan sahabat-sahabat Fillah yang selalu megajak dan memotivasi kita untuk ber-fastabiqul khairât serta mau melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Oleh karena itu mari kita perkuat ukwuwah saudara sesama muslim, saling mengingatkan, saling membantu dan saling menguatkan untuk mempersiapkan bekal jalan pulang kita.
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Q.S.2:197).

Salah satu wasilah yang Allah berikan kepada manusia untuk meraih taqwa adalah puasa ramadan. Dalam ruang ramadan inilah kita akan mendapatkan pembelajaran untuk meraih gelar taqwa selama kita mematuhi aturan yang telah ditetapkan karena salah satu ibadah yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah adalah puasa. Dengan berpuasa lillah, Allah sudah menyediakan tempat kita pulang yaitu syurga Ar-Rayyan.

Akhirnya berhati -hatilah dijalan kehidupan. Lihat kiri kanan, perhatikan rambu-rambu jalanan bedakan mana yang halal dan haram. Jangan tinggalkan petunjuk jalan. Al-Quran dan Sunnah karena dengan petunjuk inilah kita akan sampai di tujuan dengan bersuka cita.

Sahabat-Sahabat tercintaku
Kita bukan penduduk bumi…
Kita adalah penduduk syurga…
Kita tidak berasal dari bumi…
Tapi kita berasal dari syurga…
Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah…
Kembali ke kampung halaman…
Dunia bukan rumah kita…
Maka jangan cari kesenangan dunia…
Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali ke rumahNya.
Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah?
Lantas….
Apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia?
Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan, serta rasa rindu padaNya yang menanti di rumah.
Begitu beratkah memenuhi harapanNya?
Kita tidak berasal dari bumi…
Kita adalah penduduk syurga…
Rumah kita jauh lebih Indah di sana.
Kenikmatannya tiada terlukiskan…
Dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita…
Serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati.
Mereka rindu kehadiran kita…
Setiap saat menatap menanti kedatangan kita…
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail…
Kapan keluarga mereka akan pulang?
Ikutilah peta (Al-Qur’an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan…
Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya Iblis Laknatullah yaitu jalan ke Neraka Jahannam.
Kita bukan penduduk bumi…
Kita penduduk syurga..
Bumi hanyalah dalam perjalanan…
Kembalilah ke rumah.
Selamat berikhtiar saudaraku semua…untuk kembali ke rumah kita di syurga.
Bismillah…
Semoga kita bisa berjumpa dan bertemu di surgaNya. Aamin.

*Kepala SMP Negeri 2 Ingin Jaya Kab.Aceh Besar/Pengurus DPW AGPAII Aceh

Related posts