Soal Menteri Agama 

  • Whatsapp

Oleh : Usamah El-Madny*

SANTERDAILY.COM | —Banyak pihak yang berkomentar terkait sosok Menteri Agama yang diumumkan Presiden Jokowi hari ini.

Ada yang bilang, “Menteri Agamanya kok dari tentera”. Ada juga yang bilang, “Lho.. Menteri Agama kok bukan dari NU seperti lazim selama ini”.

Komentar seperti ini wajar saja.

Tetapi sebenarnya, Menteri Agama dari tentera bukan hal baru.

Dulu Zaman Orde Baru sebagian Menteri Agama juga dari Militer. Alamsyah Ratu Prawiranegara dan Tarmizi Thahir. Justru pada zaman dulu ketika Menteri Agama tentera ini dicatat sejarah kualitasi administrasi dan kendali kementerian ini sangat terukur.

Presiden Soeharto memilih Menteri Agama dari tentera mungkin dengan pertimbangan agar kepemimpinan dan manajemen di lingkungan Kemenag lebih efektif, dan hanya mengurus urusan pemerintahan di bidang agama.

Ini sesuai dengan tugas Kementeria Agama yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Kita berharap dengan sosok Menteri Agama buka akademisi, apalagi ahli agama, agar Kementerian Agama tidak lagi menjadi bagian dari masalah karena Menterinya suka berkomentar dengan konten-konten yang kemudian memunculkan perdebatan di tengah-tengah umat.

Misalnya, ke depan Menteri Agama tidak lagi mengeluarkan pernyataan bahwa LGBT tidak masalah. Biarlah masalah subtansi hukum agama menjadi domain MUI.

Kalau aku sih Yes, biarlah Menteri Agama dari Tentera. Kalau kamu gimana?.

Menteri Agama tidak harus jadi khatib atau imam Shalat. Tapi yang bersangkutan mampu memenej dengan baik urusan Pemerintah di Bidang Agama. Bukan mengambil alih tupoksi MUI. Apalagi menjadi bagian dari masalah membingungkan dan menyayat perasaan umat

Selamat bertugas Pak Fachrul Razi. Aku yakin Kanda — meminjam diksi aktipih — bisa. []

*Kadis Pendidikan Dayah Prov.Aceh



Related posts