WABAH

  • Whatsapp

Oleh: Muklis Puna

PUISI—

Read More



Ohh… wabah panjang yang melelahkan
Kami lumpuh dalam buruanmu,
Kami tau kau adalah ujian dari Tuhan yang punya hajat
Namun banyak dari kami mengigau
Mengutuk masa, mengusir keyakinan
Lalu pulas dalam logika

Ketika engkau merambah semua sendi
Pakar – pakar mulai menakar rasa
Ahli nujum beteknologi tinggi menjual isu
Menggali lobang hitam di dada
Ada juga yang menghembus di ubun – ubun

Oh wabah Covid yang seksi
Kami tau kau adalah batu ujian
Datang tiba – tiba lalu tak tau jalan pulang

Dirimu memang mungil tak kasat mata
Namun tarian pedangmu menghentikan putaran masa
Semua kasus tuntas sekejap mata
Hiruk- pikuk kota besar, kini membisu bagai batu
Kemacetan tuntas dalam sepekan
Laut sepi, kapal – kapal lelap di dermaga
Bandara menggigil digigit udara malam
Peron kereta tertawa melepas beban

Ohh wabah…
Pesonamu menakutkan
Gayamu menggetarkan dunia
Dalam angin engkau menyaru
Dalam napas engkau menari
Pada setiap telapak kau bersemanyam
Tukang sabun gegap gempita

Oh wabah, setelah engkau berangkat
Entah bekas apa yang tinggalkan
Apakah telapak tangan akan berubah warna
Atau kuping kami yang berubah wujud
Atau juga kami lebih betah dalam istana kado

Ohh.. Wabah

Lhokseumawe, 7 Mei 2020

Related posts