Yuk Ciptakan Pikiran Positif dan Sikap Berjiwa Besar

  • Whatsapp

Oleh: Riri Isthafa Najmi (Penggiat Gerakan Literasi Milenial Aceh dan Pemerhati Sosial dan Budaya).

Selain kuat secara fisik, manusia juga perlu memiliki mental yang membaja. Tidak peduli seberapa kecil atau lemah fisik kita, tapi kita masih bisa memiliki mental baja yang dapat melewati hari buruk dan problematika apapun.

Read More



Pikiran positif dan pribadi tangguh itu penting bagi kehidupan kita, bukan hanya ketangguhan jasmani saja. Terkadang, kita sering meremehkan kekuatan mental kita dan sikap berjiwa besar yang siyogyanya itu ada, tumbuh, dan berkembang dalam naluri pribadi kita masing-masing.

Ada beberapa tanda yang harus dan wajib kita tunjukkan bahwa kita adalah seorang yang punya pikiran positif, berjiwa besar, dan berkepribadian tangguh.

Hal utama kita awali dengan sikap menerima kegagalan dengan lapang dada dan berjiwa besar. Banyak dari kita yang ingin berusaha untuk menjadi terbaik dan maksimal dalam segala situasi dan kondisi apa pun.

Kita selalu berusaha untuk mengambil kontrol atas semua yang terjadi dalam hidup, membangun cita-cita yang tinggi, memiliki banyak tujuan yang ingin dicapai, dan meraih impian setinggi mungkin.

Namun seringkali kita lupa dan luput dari amatan, bahwa hidup terkadang bisa memberikan kejutannya sendiri. Apabila kita dapat menerima perubahan dan kegagalan yang terjadi dalam hidupmu, maka kita merupakan salah seorang yang memiliki mental kuat dan berjiwa tegar.

Kemudian hal yang perlu kita tanamkan dalam mindset dan sanubari kita assuage selalu melihat sisi positif dan belajar bersyukur dalam segala situasi. Meskipun manusia cenderung melihat segala sesuatu berdasarkan sisi negatif. Alih-alih bersyukur, yang kita lakukan malah mengeluh dan khawatir akan apa yang terjadi esok hari.

Namun seseorang bermental membaja selalu dapat mengapresiasi dan bersyukur atas apa yang telah mereka capai dan atas apa yang telah mereka miliki. Walau hidup tidak berjalan sesuai dengan yang dikehendaki, tapi kita masih tetap dapat mengontrol diri untuk tidak menyalahkan orang lain.

Hal selanjutnya adalah selalu belajar dari kesalahan masa lalu. Saat sesuatu berjalan tidak sesuai yang kita harapkan, apa yang harus kita lakukan? Apa merefleksikan diri dan bercermin untuk melihat letak kesalahan? Atau malah, kita cenderung menyalahkan diri sendiri, orang lain, atau bahkan keadaan yang berjalan di luar dugaan?

Orang yang hobi mencari-cari kesalahan, alih-alih berusaha untuk memperbaiki diri sendiri lebih baik akan mudah terjebak dalam siklus toxic yang membuat mereka cenderung mengulangi kesalahannya lagi.

Mulai sekarang, belajarlah untuk tidak selalu menuding dan melulu menyalahkan orang lain atau bahkan pada dirimu sendiri. Meminta maaflah bila kita memang bersalah. Lalu belajarlah dari kesalahan itu untuk membentuk pribadi yang lebih baik lagi ke depan.

Nah, kemudian tidak peduli apa yang terjadi. Kita selalu berusaha untuk berbuat baik kepada orang lain. Kita selalu berpikir bahwa menjadi terlalu baik akan berujung dimanfaatkan oleh orang lain.

Tetapi tahukah kamu bahwa sikap empati dan simpati terhadap orang lain walaupun sesuatu tidak berjalan dengan baik adalah kekuatan sejati dalam diri kita. Hidup memang tidak akan mudah, tetapi dengan sikap dan pikiran positif, kamu akan mendapat kebahagiaan yang sejati.

Lalu, hal yang paling penting terhadap apa yang seharusnya sikap yang kita miliki adalah dengan tidak selalu merasa bergantung dengan orang lain. Tergantung di sini bukan hanya kemampuan untuk kita memecahkan masalah dengan orang lain. Tetapi juga kita dapat mengukur kepercayaan diri dan bagian dari kebahagiaan berdasarkan perbuatan atau sikap kita terhadap orang lain.

Tidak salah apabila kita mencari banyak teman dan bersahabat. Tetapi tentu kita harus paham bahwa manusia tidak akan selalu ada di samping kita. Ada kalanya kita harus menyelesaikan masalah kita sendiri. Ada masanya dimana kita harus bangkit untuk membela diri kita sendiri.

Yang terakhir adalah sikap dan watak yang wajib kita miliki yaitu adanya tekad yang kuat disertai kedisiplinan dalam diri pribadi kita masing-masing. Kita sudah memiliki dan mengetahui target dan tujuan yang ingin kita capai.

Dengan itu, kita dapat mengatur dan mengukur diri kita untuk dapat meraih hasil tersebut. Walaupun akan ada rintangan, kegagalan, dan kesusahan, kita tetap terus berusaha dan berupaya sekuat tenaga untuk selalu bertahan dan fokus dengan apa yang akan terjadi selanjutnya di masa depan.

Semoga kita dapat membuktikan bahwa kita masih memiliki mental yang kuat dan pikiran yang positif dan produktif. Bagaimana, guys?

Related posts