Politik Uang Menyamun Politik Gagasan

  • Whatsapp

Oleh :Riri Isthafa Najmi*
SANTERDAILY.COM | OPINI——–Politik uang atau _money politics_ merupakan istilah yang digunakan oleh banyak orang Indonesia yang merujuk pada pemberian uang atau benda untuk diberikan kepada masyarakat agar mereka memilih calon legislatif (Caleg) dan calon eksekutif (Caeks) pada hari pencoblosan.

Menurut penulis, baik pilkada, pileg, maupun pilpres, masih banyak praktik politik uang yang menggiring bahkan memaksa masyarakat setempat untuk memilih salah satu paslon/kandidat meski sangat jelas secara demokrasi hal itu sangat dilarang dalam aturan dan undang-undang (UU).

Bacaan Lainnya

Pesta demokrasi di Indonesia khususnya Aceh, dinodai dengan banyaknya paket politik uang yang berlangsung dengan sangat miris dan memprihatinkan. Hampir sebagian masyarakat masuk ke tim pemenangan tertentu dan mendukung pasangan palon (paslon) yang memiliki harta kekayaan yang melimpah ruah. Dengan demikian, setiap tim sukses (timses) dapat menikmati bagian dari “jerih payahnya” untuk mendukung salah satu paslon tersebut.

Menurut Penulis, hal ini wajar, sah-sah saja, dan dibenarkan, namanya _political cost_ atau uang yang digunakan untuk keperluan dan kebutuhan pemenangan. Bedanya adalah jika _political cost_ dibayar hanya untuk distribusi dan kerja tim pemenangan di lapangan untuk memenangkan paslon/kandidat, lain halnya besaran uang dan jenis barang yang diberikan kepada para pemilih pada hari pencoblosan. Ini yang sangat dilarang, itulah namanya _money politics._

Berbicara _money politics_ tak lepas dari iming-iming uang yang diberikan agar mereka dipilih secara paksa. Hal itu yang dapat menodai demokrasi yang telah diatur oleh undang-undang (UU). Sebagai contoh, malam pemilihan berlangsung begitu meriah hampir di semua tempat. Sebagian besar warga yang memilih esok hari (hari pencoblosan) bergerombol di luar rumah. Ada yang bakar-bakar ikan atau ayam tapi ada pula yang hanya ngopi-ngopi. Biasanya aktivitas warga disponsori oleh tim sukses (timses), bisa dikoordinasi langsung oleh pemenangan tingkat desa maupun kecamatan.

Banyak pula warga yang mendatangi rumah timses. Tuan rumah memang sudah siap sedia dengan segala perbekalan. Mereka menyediakan konsumsi keperluan warga yang berkunjung ke kediamannya dengan mempersiapkan jamuan seperti kopi, teh, maupun kue kering. Sedangkan warga yang di dalam rumah umumnya ibu-ibu memilih tidur lebih larut. Semuanya menunggu serangan fajar yaitu, bagi-bagi uang atau barang oleh timses agar memilih kandidat tertentu pada hari pencoblosan.

Secara umum menurut amatan Penulis, proses _money politics_ adalah bagi-bagi barang dan uang di hari pemilihan terdiri atas beberapa fase. Pertama, jauh-jauh hari sebelum pemilihan, biasanya yang dibagikan adalah berbentuk barang seperti sajadah, kerudung, helm, beras, hingga mi instan.

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391

Pos terkait