Ada Pihak Menyayangkan Sidang Umum Digelar pada 20 Oktober, Begini Komentar Ketua MPM Unsyiah

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH—Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Syiah Kuala, sabtu (20/10) menyelenggarakan Sidang Umum (SU) pada sabtu (20/10/2018).

Sidang ini seharusnya dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Unsyiah. Sidang umum MPM Unsyiah ini merupakan Forum Pemegang Kedaulatan Tertinggi Mahasiswa Unsyiah.

Salah seorang anggota MPM, Edi Gunawan mengungkapkan banyak pihak yang menyayangkan terselengaranya sidang hari ini, karena Ketua Umum MPM Unsyiah, Norfan Khalil menetapkan tanggal sidang secara sepihak tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan seluruh anggota MPM Unsyiah.

“Ini Menunjukkan bahwa ketua MPM Unsyiah tidak profesional dan tidak ada transparansi dalam melaksanakan sidang umum ini, “tegas Edi.

“Saya sangat menyayangkan terlaksananya SU ini tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu. Yang mana itu artinya keputusan ini diambil hanya sepihak, seharusnya sebagai ketua MPM Unsyiah Ia mampu menunjukkan eksistensi dan kewibawaannya. Saya sebagai anggota komisi C DMPU Unsyiah dari perwakilan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) merasa kecewa dan merasa seperti tidak dihargai sebagai salah satu anggota MPM Unsyiah, “jelas Edi Gunawan.

Tidak hanya permasalahan dalam penetapan tanggal SU, bahkan untuk surat undangan dan bahan kelengkapan SU sampai saat ini masih belum kami terima. Padahal ini jelas menyalahi aturan yang telah ditetapkan dalam TAP MPM BAB VII pasal 25 yang menyatakan bahwa “Undangan dan bahan kelengkapan Sidang Majelis harus diterima oleh anggota sebelum sidang dimulai paling lambat satu hari sebelum sidang, “lanjut Edi.

Edi berharap Ketua MPM Unsyiah dapat lebih bijak kedepannya dalam mengambil setiap keputusan dengan melibatkan seluruh anggota MPM unsyiah karena hal ini menyangkut kepentingan seluruh mahasiswa Unsyiah.

Sementara ketua MPM Unsyiah, Norfan Khalil saat dihubungi via watsapp mengenai keputusannya menetapkan tanggal sepihak melalui pesan singkatnya mengatakan, iya ada unsur kesengajaan memang, dimana kalo SU dilaksanakan diatas tanggal 20 oktober maka berdampak kepada kerja KPR yang mungkin amat sangat singkat.

“Mengenai yang ada agenda segala macam itu, kita sepakati di tanggal berapapun tetap ada saja yg bentrok nya, jadi mari bijak dan masing-masing dari rekan-rekan anggota tahu yang mana prioritas, “pungkas Norfan.

Penulis : Najmi

Related posts